Wednesday, June 27, 2018

HIDUP YANG MEMULIAKAN TUHAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Juni 2018

Baca:  Yesaya 43:1-7

"semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"  Yesaya 43:7

Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Tuhan di segala aspek kehidupan.  Hidup yang memuliakan Tuhan adalah hidup yang menjadi berkat, kesaksian, dan teladan.  Inilah suatu kehidupan yang berkualitas, kehidupan yang di atas rata-rata, bukan hidup yang biasa-biasa saja, bukan hidup yang terbawa oleh arus dunia ini.

     Hidup yang memuliakan Tuhan itu tidak dibatasi oleh faktor usia atau seberapa lama orang menjadi Kristen, sebab tidak sedikit orang yang sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun atau yang ditinjau dari faktor usia sudah sangat dewasa  (tua), tetapi hidupnya masih belum memuliakan Tuhan, kerohaniannya masih saja kanak-kanak.  Ada tertulis:  "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil."  (Ibrani 5:12-13).  Sebaliknya ada banyak orang muda yang kehidupannya justru mampu membawa kemuliaan bagi Tuhan alias menjadi berkat  (kesaksian)  yang baik.  Karena itu rasul Paulus menasihati Timotius agar tidak merasa rendah diri karena kemudaannya:  "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."  (1 Timotius 4:12).

     Orang muda akan memiliki kehidupan yang memuliakan Tuhan apabila sedari awal ia sudah diajar, dididik dan ditanamkan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan.  Dalam hal ini orangtua memiliki peran yang sangat penting.  "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."  (Amsal 22:6).  Sadar atau tidak, orang-orang muda kini sedang menjadi incaran Iblis.  Iblis sangat mengingini mereka hancur dalam studi, hancur dalam pergaulan, hancur dalam pelayanan.  Jika semuanya hancur, hidup mereka tidak lagi berdampak.

Dewasa rohani dan menjadi kesaksian adalah tanda seseorang punya kehidupan yang memuliakan Tuhan!

No comments:

Post a Comment