Thursday, July 16, 2020

BEBAN YANG MENDATANGKAN KEBAIKAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Juli 2020

Baca:  Ayub 36:1-21

"Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara."  Ayub 36:21

Tak seorang pun mau menjalani hidup dengan memikul beban yang berat, artinya semua orang ingin terbebas dari beban, apa pun bentuknya.  Mana lebih enak:  berjalan membawa tas di punggung yang isinya sesuatu yang berat, atau berjalan santai tanpa membawa barang apa pun?  Pastinya lebih enak berjalan tanpa membawa apa-apa.  Tapi tak bisa dipungkiri bahwa hari-hari yang sedang kita hadapi saat ini begitu berat, semakin hari tantangan hidup semakin besar, beban hidup yang harus kita tanggung pun ssemakin berat.  Banyak orang menjadi putus asa dan frustasi karena tak sanggup menanggung beban yang begitu menekan dan memberati, langkah pun serasa terseok-seok.

     Bagaimana supaya kita dapat bertahan dan mampu melewati hari-hari yang penuh beban ini?  Mari belajar memiliki penyerahan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.  Bukankah Tuhan telah berfirman,  "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  (Matius 11:28)?  Karena itu mari kita bawa beban yang ada dan serahkan semuanya kepada Tuhan;  dan bila beban itu sudah berpindah tangan  (dari tangan kita ke tangan Tuhan yang penuh kuasa), kita tak perlu lagi memikirkan beban itu.  Tuhan sanggup mengubah beban menjadi berkat!  Kita harus selalu ingat akan nasihat rasul Paulus bahwa pencobaan atau tantangan hidup yang kita alami di dunia ini takkan melebihi kekuatan kita, dan Tuhan yang kita sembah adalah setia, Ia pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik dan memberikan kekuatan kepada kita, sehingga kita dapat menanggungnya  (1 Korintus 10:13).

     Milikilah respons hati yang benar dalam menyikapi setiap beban yang ada.  'Beban'  atau pergumulan hidup seharusnya semakin mendorong kita untuk semakin mendekat kepada Tuhan, hidup mengandalkan Tuhan dan tak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, semakin meningkatkan jam-jam doa kita, semakin bertekun dalam merenungkan firman Tuhan, karena kalau tidak ada beban atau masalah, kita tak sungguh-sungguh dalam mencari Tuhan, kita tak pernah memberikan waktu yang banyak untuk Tuhan.

"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas."  Ayub 23:10

Wednesday, July 15, 2020

TETAP KUAT SEPERTI POHON ZAITUN (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Juli 2020

Baca:  Amsal 3:1-26

"Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia."  Amsal 3:18

Kehidupan seorang Kristen yang normal adalah kehidupan yang terus berproses, tidak pasif atau statis.  Faktanya?  Banyak orang sudah mengikut Kristus  (Kristen)  selama bertahun-tahun tapi kehidupan rohaninya tetap saja kerdil, tetap kanak-kanak, tak ada kemajuan berarti, alias jalan di tempat.  Secara kasat mata mereka tampak giat melakukan aktivitas rohani, tapi kerohaniannya tak mengalami pertumbuhan.

     Kehidupan rohani orang percaya seharusnya seperti pohon zaitun, yang semakin hari semakin kuat berakar ke dalam.  Menurut penelitian, akar pohon zaitun dapat menembus ke kedalaman tanah hingga mencapai 6 meter untuk mencari sumber air.  Inilah yang menjadi rahasia kekuatan pohon zaitun.  Berakar sampai ke kedalaman untuk mencari sumber air berbicara tentang orang yang punya kerinduan besar untuk tinggal dekat Tuhan dan firman-Nya, orang yang memiliki persekutuan karib dengan Tuhan, yang suka merenungkan firman-Nya siang dan malam,  "...yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."  (Mazmur 1:2-3).  Ketika kita memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan kita akan tetap tenang sekalipun berada di tengah angin badai dan gelora, oleh karena iman kita berakar kuat di dalam Tuhan!  Pohon zaitun adalah jenis pohon yang dapat bertahan hidup ribuan tahun lamanya.  Ini berbicara kesetiaan kita dalam mengiring Tuhan!  "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."  (Wahyu 2:10b).

     Selain itu, pohon zaitun adalah pohon yang dapat menghasilkan minyak.  Pada zaman dahulu, minyak zaitun sering dipakai untuk mengurapi raja, di samping untuk keperluan sehari-hari.  Hidup Kristen adalah hidup yang harus menghasilkan buah baik yang dapat dinikmati banyak orang, menjadi berkat bagi orang lain, sebab  "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka... Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,"  (Matius 7:16a, 17).

Hidup orang percaya seharusnya seperti pohon zaitun:  kuat dan menjadi berkat!