Saturday, August 27, 2016

WARGA SORGA: Hidup Sesuai Hukum Sorga (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Agustus 2016 

Baca:  Filipi 3:17-21

"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"  Filipi 3:20

Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia menerima dan mengakui Dia sebagai pemilik dan penguasa kehidupan, berarti ia mengakui pula pemerintahan-Nya sebab semenjak itu ia memiliki status kewargaan baru yaitu kewargaan sorga.  Dengan demikian tidak ada  'pemerintahan'  lain yang berhak mengatur kehidupannya selain Tuhan melalui kuasa Roh Kudus.  Pemerintahan lain yang dimaksudkan adalah penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara  (baca  Efesus 6:12).  Sebagai warga sorga kita harus taat kepada hukum yang berlaku di Kerajaan Sorga, yaitu firman Tuhan;  taat kepada hukum sorga berarti memiliki cara hidup seturut dengan hukum-hukum yang berlaku di Kerajaan Sorga.

     Banyak orang Kristen berpikiran bahwa dengan rajin beribadah ke gereja dan turut terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan ia sudah menunjukkan pengabdian penuh kepada Tuhan dan pemerintahan-Nya, sehingga tidak perlu lagi bertobat.  Pertobatan yang dikehendaki Tuhan lebih dari sekedar ibadah dan pelayanan, tetapi  "...supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."  (Roma 12:1), sebab orang percaya sedang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Kristus selaku mempelai pria, maka dari itu kita harus menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh, supaya kedapatan tidak bercacat cela saat mempelai pria itu datang menjemput.  Tidak ada istilah main-main atau kompromi lagi dengan dosa!  Firman-Nya dengan keras mengatakan:  "Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"  (Wahyu 22:11).

     Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk selalu berbenah diri dengan memerhatikan kerohanian kita secara serius agar lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.  Jangan pernah sekali pun menunda-nunda waktu untuk hidup benar, sebab kita tahu bahwa waktu hidup di dunia ini sangatlah terbatas dan kapan  'jatah'  hidup ini berakhir, tak seorang pun yang tahu.  (Bersambung)

Friday, August 26, 2016

MILIKILAH MOTIVASI YANG BENAR!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Agustus 2016 

Baca:  Yeremia 17:1-10

"Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."  Yeremia 17:10

Setiap orang pasti memiliki motivasi dalam melakukan segala sesuatu.  Apa itu motivasi?  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motivasi adalah kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu;  usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki.  Dengan kata lain motivasi adalah sebuah kekuatan yang melatarbelakangi perencanaan, keputusan, pilihan dan tindakan seseorang.  Kekuatan inilah yang memberi semangat dan gairah mengerjakan segala hal, baik positif maupun negatif.

     Motivasi berbicara tentang sikap hati seseorang dan inilah yang Tuhan perhatikan dalam diri seseorang ketika melakukan segala sesuatu, karena Ia melihat hati, bukan apa yang tampak secara kasat mata.  Ayat nas jelas menyatakan bahwa Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin,  "...dan mengerti segala niat dan cita-cita."  (1 Tawarikh 28:9).  Maka dari itu kita harus selalu menjaga motivasi secara benar dalam mengerjakan apa pun:  pekerjaan, relationship dengan sesama, amat terlebih dalam melayani Tuhan, sebab motivasi yang ada dalam hati secara otomatis memengaruhi pikiran, tindakan, perilaku dan reaksi kita.  Kalau motivasi kita benar semua yang kita hasilkan adalah benar dan bisa menjadi berkat bagi orang lain.  Demikian pula sebaliknya!

     Adalah tidak mudah kita mengerti motivasi dalam diri seseorang, sebab motivasi dapat dibalut atau disembunyikan secara rapi di balik sikap, perilaku ataupun tindakan.  Hingga detik ini ada banyak orang yang memiliki motivasi tidak benar dalam membangun hubungan/relasi dengan sesamanya:  karena uang, kepentingan tertentu atau modus terselubung, bukan didasari ketulusan dan kemurnian hati.  Bahkan tidak sedikit orang Kristen dan juga hamba-hamba Tuhan tampak aktif melayani pekerjaan Tuhan karena alasan-alasan tertentu:  uang, materi, mencari jodoh, supaya terkenal atau ingin mendapatkan pujian dan hormat dari sesamanya!

Tuhan mengetahui rahasia hati setiap orang, karena itu berhati-hatilah!