Wednesday, February 14, 2018

KESATUAN SEBAGAI ANGGOTA TUBUH KRISTUS (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Februari 2018

Baca:  1 Korintus 12:12-27

"Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh."  1 Korintus 12:20

Kota Korintus adalah sebuah kota terkenal di Peloponnesus, ibu kota Corinthia.  Sebagai koloni Romawi Korintus sangat kaya karena kemajuan pedagangan, perbankan, pendidikan dan industrinya.  Bisa dikatakan bahwa Korintus adalah kota Metropolitan di masa Perjanjian Baru.  Tidaklah mengherankan jika sebagaian besar anggota jemaat di gereja Korintus adalah orang-orang sukses di dalam karir dan berekonomi sangat mapan.

     Karena merasa diri  'lebih'  dari yang lain mereka pun menjadi sangat individualistis, mengeksklusifkan diri, dan menganggap remeh yang lain.  Terjadilah perpecahan dan perselisihan di antara jemaat di Korintus seperti yang disampaikan rasul Paulus:  "...kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus."  (1 Korintus 1:12).  Hal itu menunjukkan bahwa mereka belum memahami sepenuhnya bahwa keberadaan orang percaya adalah satu kesatuan di dalam tubuh Kristus, di mana walaupun tubuh terdiri dari banyak anggota tetapi merupakan satu tubuh.

     Agar terhindar dari perpecahan dan tercipta sebuah kesatuan di antara jemaat Tuhan ada beberapa sikap yang harus dikembangkan dalam diri orang percaya:  1.  Saling membutuhkan.  Pada umumnya semua orang akan merasa betah dan nyaman berada di dalam sebuah komunitas, perkumpulan atau lingkungan bila ia mendapatkan dua hal, yaitu diterima dan dibutuhkan.  Begitu pula kesatuan tubuh Kristus akan tercipta apabila masing-masing anggota jemaat dapat menerima keberadaan anggota yang lain dengan baik dan masing-masing orang punya rasa saling membutuhkan.  "Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: 'Aku tidak membutuhkan engkau.' Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: 'Aku tidak membutuhkan engkau.' Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan."  (1 Korintus 12:21-22).

     Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, artinya kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.  Dalam hal apa pun kita selalu memerlukan orang lain.  Karena itu kita harus belajar menerima keberadaan orang lain dan dengan jujur mengakui bahwa sehebat apa pun kita, kita tetap membutuhkan orang lain dan bekerja sama dengan orang lain!  Tak selayaknya kita memandang rendah atau meremehkan orang lain.

No comments:

Post a Comment