Tuesday, March 17, 2020

TANAH LIAT DI TANGAN SANG PENJUNAN (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Maret 2020

Baca:  2 Korintus 4:1-15

"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."  2 Korintus 4:7

Rasul Paulus adalah contoh orang yang mengalami proses pembentukan dari Tuhan:  "Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."  (1 Korintus 15:9-10).  Dalam hal ini rasul Paulus hendak menegaskan bahwa kalau pun hidupnya dapat berharga, menjadi sesuatu yang berarti, itu karena kasih karunia Tuhan semata.  Ia sadar bahwa sesungguhnya ia tak lebih dari tanah liat yang hina dan tak berharga, tapi Tuhan sanggup membentuknya menjadi sebuah bejana yang berharga di mata-Nya.  Karena campur tangan Tuhan hidup Paulus diangkat dan dipakai untuk menjadi alat kemuliaan-Nya.

     Untuk menjadi bejana dan perabot untuk tujuan yang mulia kita harus rela dan mau dibentuk oleh Tuhan, sebab tanah liat tidak secara otomatis berubah menjadi bejana yang halus dan menarik tanpa melewati proses terlebih dahulu, sebab di dalam Tuhan tidak ada yang instan...  Bisa saja tukang periuk membuat bejana itu secara cepat atau instan, tapi hasilnya?  Tidak bisa dijamin kualitasnya, mungkin saja bejana tersebut tidak bisa bertahan lama, retak dan mudah pecah.  Bangsa Israel harus mengalami proses pembentukan Tuhan di padang gurun 40 tahun lamanya karena mereka suka memberontak, bersungut-sungut, mengeluh dan hidup dalam ketidaktaatan.

     Berbicara tentang proses berarti ada waktu yang dibutuhkan!  Ketika dibentuk Tuhan kadangkala waktunya tidak sebentar.  Ini bukan bicara tentang menit atau jam, hari atau bulan, kadangkala membutuhkan waktu tahunan.  Waktu masuk dalam prosesnya Tuhan, kita inginnya dipercepat.  Ingat, lamanya proses tergantung bagaimana kondisi tanah liat dan tergantung apa yang mau dibentuk.

Bila kita sedang menghadapi proses pembentukan yang membutuhkan waktu lama, itu artinya Tuhan sedang membentuk kita untuk bejana indah di pemandangan mata-Nya!

18 comments:

  1. Puji Tuhan aminπŸ™πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§

    ReplyDelete
  2. Semoga hari ini menjadi hari yang penuh berkat. Amin

    ReplyDelete
  3. Amin πŸ™


    God Bless πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  4. Dibentuk itu memang hrs melewati tahapan ditempa, dibentuk, dibakar, digosok hingga indah. Tq

    ReplyDelete
  5. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

    ReplyDelete
  6. amin, semoga airhidupblog semakin diberkati Tuhan

    ReplyDelete
  7. Kuatkanlah kami ya Tuhan menanggung beban kami yg semakin berat. Jangan biarkan bejanaMu berlalu dari pada kami yg selalu berharap padaMu... Amin.

    ReplyDelete
  8. Amiiiin. Semoga kita dikuatkan sampai bentuk yang sempurna

    ReplyDelete