Monday, February 24, 2020

SUDAHKAH KITA BERMURAH HATI?

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Februari 2020

Baca:  1 Yohanes 3:11-18

"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  1 Yohanes 3:17

Salah satu karakter yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah murah hati.  "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."  (Lukas 6:36).  Kristus menegaskan hal ini saat Ia mengajar orang banyak di atas bukit:  "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."  (Matius 5:7).  Murah hati berarti memperhatikan orang lain yang sedang dalam kekurangan, menawarkan bantuan kepada mereka yang terluka dan menderita.  Murah hati bukan hanya perasaan kasihan terhadap orang yang dalam kesulitan, bukan perasaan simpati yang diberikan dari luar saja, tetapi berusaha mengerti lebih dalam, sehingga dapat melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan.  Rasul Yohanes mengatakan jika seseorang memiliki harta lebih, tapi tetap menutup mata atau berpura-pura tidak tahu terhadap saudaranya yang kekurangan, di dalam dirinya tidak ada kasih Tuhan, barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Tuhan, sebab Tuhan adalah kasih  (1 Yohanes 4:8).

     Mempunyai kemurahan hati berarti punya kepedulian tinggi terhadap orang lain dan mau terlibat.  Ia tidak hanya menawarkan kata-kata nasihat atau mengupas panjang lebar ayat-ayat Alkitab di hadapan orang yang sedang dalam kesulitan tanpa berbuat apa-apa, melainkan ada sebuah tindakan:  "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: 'Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!', tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."  (Yakobus 2:15-17).

     Apa upah bagi seorang pemurah?  Tuhan berjanji bahwa mereka yang memperhatikan orang lain dan menunjukkan kemurahan hati akan beroleh kemurahan juga sebagai balasannya, baik dari sesama maupun dari Tuhan sendiri.

"Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."  Lukas 6:31

37 comments:

  1. Terima kasih Tuhan yg telah mengingatkanku untuk bermurah hati untuk semua saudara2ku. AMIN.

    ReplyDelete
  2. Amin πŸ™

    God Bless πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  3. Amin ya Bapa di dalam Kristus Yesus Tuhan kitaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  4. Ajar hambamu ini murah hati buat sesama Amin ������

    ReplyDelete
  5. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
    Ayat yang sangat menguatkan untuk kita lakukan dalam tiap" waktu kita.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Amin. Semoga saya lebih peka terhadap orang orang disekitar yang membutuhkan

    ReplyDelete
  8. Terimakasih Tuhan Yesus yg senantiasa mengajarkan kebaikan bagi hidupku...terpuji lah Tuhan

    ReplyDelete
  9. Amin��, renungan ini biarlah menjadi kekuatan baru bagi iman kita

    ReplyDelete
  10. Amin.. Puji Tuhan, Tuhan Yesus ajar kami untuk terus mengaplikasikan kasihMu kepada sesama.. Amin.. Amin.. Amin

    ReplyDelete
  11. Amin... Puji Tuhan.. Tuhan Yesus ajar kami untuk berbagi kasih bagi sesama.. Amin

    ReplyDelete
  12. Amin amin Puji Tuhan πŸ™

    ReplyDelete
  13. Tuhan Yesus ajarlah kami agar dimampukan utk berbuat baik kpd org. Kalau bukan Roh KudusMu yg bekerja, kami tdk mampu ya Tuhan.Amin.

    ReplyDelete