Tuesday, November 12, 2019

JAUHILAH SEGALA KECURANGAN!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 November 2019

Baca:  Habakuk 2:6-20

"Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya--berapa lama lagi? --dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian."  Habakuk 2:6b

Di zaman seperti sekarang ini berlaku curang dalam dunia usaha atau bisnis adalah hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang.  Tujuannya adalah untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.  Beberapa waktu yang lalu ada kasus yang sangat viral atau menyebar luas di masyarakat.  Tepat pada hari raya Idul Fitri  (lebaran), ketika banyak orang mudik ke kampung halaman, ada beberapa penjual makanan yang berlaku curang yaitu menaikkan harga makanannya dengan harga selangit dan tak masuk akal, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.  Tindakan tersebut sangat merugikan orang lain, tindakan yang identik dengan pemerasan.

     Tak seorang pun ingin mengalami kerugian dalam usahanya, semua pasti ingin untung.  Permasalahannya:  bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut?  Jangan sampai demi mendapatkan keuntungan, kita melakukan pemerasan atau penindasan terhadap orang lain, apalagi kepada kaum yang lemah.  Pada dasarnya Tuhan menginginkan umat-Nya menikmati hidup yang diberkati, baik secara materi maupun rohani.  "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).  Itulah sebabnya Tuhan memberikan kita kelebihan dan keistimewaan berupa akal budi dan skill atau keterampilan, dengan tujuan agar kita bisa memenuhi maksud Tuhan tersebut.

     Tuhan mau kita hidup diberkati, tetapi bukan dengan cara yang tidak benar.  Dapatkanlah apa yang kita inginkan dengan cara yang jujur, bukan dengan memeras, bukan dengan menindas orang, bukan dengan menipu, bukan dengan mencuri, atau mengambil secara diam-diam apa yang bukan menjadi hak kita.  Jangan pernah berpikir bahwa dengan tindakan-tindakan tersebut kita mendapatkan keuntungan, karena yang kita dapatkan sebaliknya adalah kerugian, bahkan mendatangkan kutuk atas diri sendiri.  Karena itu Agur bin Yake berdoa,  "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan... Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku."  (Amsal 30:8).

Tuhan tidak akan pernah tinggal diam terhadap orang-orang yang melakukan kecurangan, penindasan, ketidakadilan di bumi!

13 comments: