Wednesday, September 6, 2017

YABES: Menang Atas Penderitaan (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 September 2017

Baca:  1 Tawarikh 4:9-10

"Dan Allah mengabulkan permintaannya itu."  1 Tawarikh 4:10b

Yabes berdoa,  "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!"  (1 Tawarikh 4:10).  Ini merupakan cermin iman!  ia berkeyakinan Tuhan sanggup melakukan segala perkara.  Permohonannya untuk memberkati, memperluas daerah, menyertai dan melindungi adalah wujud tanggung jawabnya terhadap tugas-tugas yang harus diembannya, yaitu tugas dan tanggung jawab kepuakan.  Puak artinya golongan, kelompok atau kaum  (golongan keluarga, suku bangsa).  Yabes berdoa bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk banyak orang, dan bertujuan untuk kemuliaan nama Tuhan.  Ini berbicara tentang motivasi atau sikap hati!

     Betapa banyak orang Kristen yang kecewa karena doa-doanya tidak dijawab Tuhan.  Seharusnya kita mengoreksi diri mengapa doa kita tidak dijawab?  Karena kita memiliki motivasi yang salah saat berdoa.  Jangan sampai terselip sedikitpun untuk mencari kemuliaan diri sendiri, atau ada motivasi terselubung.  "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."  (Yakobus 4:3).  Ingat!  Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin kita, Ia tahu motivasi hati kita saat berdoa.

     Rahasia ke-3 doa Yabes:  Untuk kemuliaan nama Tuhan.  Kehendak Tuhan adalah memberkati kita dengan hidup berlimpah dan lebih dari pemenang, dengan tujuan supaya kita menjadi berkat sehingga Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita.  Yabes mempertanggungjawabkan berkat-berkatnya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan terlebih untuk puaknya.  Perluasan kekuasaan berkaitan dengan pemashyuran nama Tuhan.  Yabes sadar bahwa tanpa Tuhan semuanya sia-sia, karena segala sesuatu yang diterimanya itu berasal dari Tuhan dan karena campur tangan-Nya semata.  Pengakuan sedemikian ini membuat Tuhan berkenan kepadanya.  Kesadaran itu sejalan dengan pernyataan Tuhan Yesus bahwa di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa  (Yohanes 15:7).  Segala sesuatu yang kita kerjakan haruslah untuk memuliakan nama Tuhan!

Karena melibatkan Tuhan dan mengandalkan-Nya, hidup Yabes dipulihkan dan menjadi berkat!

3 comments:

  1. Amin, hanya Tuhan lah sandaran hidup ku.

    ReplyDelete
  2. Berkati anak-anak saya agar dapat pendidikan dan pekerjaan yang baik, karena Tuhan lah sumber berkat Amin

    ReplyDelete