Thursday, March 16, 2017

KETAATAN ADALAH HARGA MUTLAK (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Maret 2017

Baca:  Mazmur 89:21-38

"jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku, maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan."  Mazmur 89:32-33

Jujur diakui bahwa banyak orang Kristen yang tidak suka dan  'merasa alergi'  jika mendengar khotbah tentang ketaatan, karena yang ada di pikiran adalah ketaatan selalu identik dengan larangan-larangan:  tidak boleh ini tidak boleh itu, sesuatu yang tidak boleh dilanggar, yang jika dilanggar ada sanksi atau konsekuensinya seperti tertulis:  "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  (Ibrani 2:2).  Karena itu tidaklah mengherankan jika orang lebih suka mendengar khotbah tentang berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mujizat dan sebagainya.  Yang harus disadari adalah bahwa berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mujizat adalah dampak atau upah dari ketaatan seseorang dalam melakukan firman Tuhan.

     Ketaatan adalah harga yang mutlak jika seseorang ingin mengalami penggenapan janji Tuhan!  Ketaatan bukanlah sebatas larangan untuk melakukan sesuatu atau keharusan melakukan sesuatu, tetapi merupakan keseluruhan gaya hidup yang harus dimiliki setiap orang percaya.  Ketika ketaatan sudah menjadi gaya hidup dalam diri seseorang, maka melakukan firman Tuhan bukan lagi menjadi suatu beban atau hal yang memberatkan, melainkan menjadi sebuah kesukaan.  Tuhan Yesus telah mendemonstrasikan ketaatan-Nya kepada Bapa sebagai gaya hidup di sepanjang hidup-Nya.  Hal itu tersirat dari pernyataan-Nya,  "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."  (Yohanes 4:34).

     Tuhan memberikan perintah bukan bertujuan untuk membebani, namun sesungguhnya demi kebaikan kita sendiri, karena Ia hendak menuntun ke jalan yang benar supaya rencana-Nya tergenapi yaitu kehidupan yang berlimpahan dan masa depan yang penuh harapan.  Yang disesalkan, orang memilih tidak mau taat mengikuti jalan Tuhan, padahal  "Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya."  (Mazmur 25:10).

Akibat dari ketidaktaatan:  kita gagal menikmati berkat-berkat yang sesungguhnya telah Tuhan sediakan!

No comments:

Post a Comment