Wednesday, March 18, 2015

HARTA YANG SEJATI: Nama Baik

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 Maret 2015

Baca:  Matius 6:19-24

"Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."  Matius 6:20

Jika dibaca sepintas ayat firman Tuhan hari ini yang perikopnya tentang mengumpulkan harta, kita akan berpikir bahwa Tuhan tidak menghendaki umat-Nya mengumpulkan harta selama menjalani hidup di dunia ini.  Tidak demikian!  Tuhan Yesus sediri berkata,  "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).  Ada banyak tokoh di dalam Alkitab yang hidupnya diberkati Tuhan secara melimpah alias kaya raya, salah satu contohnya adalah Ishak.  Alkitab menyatakan bahwa Ishak  "...menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya."  (Kejadian 26:13).

     Yang Tuhan inginkan adalah tidak semata-mata kita mengejar materi duniawi atau berlomba-lomba mengumpulkan harta yang sifatnya hanya sementara dan tidak abadi,  "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar."  (1 Timotius 6:7).  Ayub pun menyadarinya,  "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya."  (Ayub 1:21).  Jadi bukan apa yang kita miliki yang menjadi persoalan, namun apa yang menguasai hidup kita inilah yang Tuhan peringatkan!

     Jadi Tuhan memerintahkan kita untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya  'harta'  di sorga, di mana ngengat dan karat tidak bisa merusakkannya dan pencuri tidak bisa membongkar serta mencurinya.  Inilah harta yang sesungguhnya dan bersifat abadi!  Ada tertulis:  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  (Amsal 22:1).  Sekaya-kayanya seseorang, bila hartanya berasal dari korupsi, merampok, menipu, memeras dan sebagainya, ia tidak memiliki  'harga'  di mata sesamanya, terlebih-lebih di hadapan Tuhan.  Walaupun mungkin seorang miskin di mata manusia, tapi jika ia memiliki kehidupan yang benar dan jujur di hadapan Tuhan dan juga manusia, maka sesungguhnya ia memiliki harta yang sejati.  "Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya,"  (Amsal 19:1),  daripada kaya tapi buruk kelakuannya.

Betapa pun kaya seseorang, yang dipuji Tuhan adalah kesalehan dan ketaatannya!

1 comment: