Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 September 2019
Baca: Mazmur 3:1-9
"Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus." Mazmur 3:5
Tuhan yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus adalah Tuhan yang kuasa-Nya sungguh tidak terbatas, tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dilakukan-Nya, bahkan "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita
doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di
dalam kita," (Efesus 3:20). Jangan pernah ragu untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya! "...apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16).
Yabes, sekalipun namanya memiliki arti dukacita atau menderita, tapi ketika ia berdoa dengan iman: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku,
dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada
malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" (1 Tawarikh 4:10), Tuhan mengabulkan permintaannya, bahkan Dia bukan hanya memulihkan keadaan Yabes, tapi juga memberkati hidupnya secara luar biasa, sehingga "Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya;" (1 Tawarikh 4:9). Mungkin keadaan Saudara sedang terpuruk dan berada di titik terendah, orang lain pun memandang kita dengan sebelah mata, dengan berkata, "Tak mungkin hidupmu dipulihkan! Kau tak punya masa depan lagi!", jangan pernah putus asa! Kekuatan kita memang sangat terbatas, namun jika kita mau menyerahkan segala keterbatasan kita ke dalam tangan Tuhan, maka tangan-Nya yang kuat dan perkasa itu yang akan menopang dan bertindak untuk kita, sebab " Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu." (Mazmur 89:14), dan "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan! tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" (Mazmur 118:15b-16).
Jangan pernah takut untuk bermimpi besar seperti Yabes! Asal disertai tekad yang kuat, usaha yang pantang menyerah, dan terus bertekun di dalam doa dan hidup mengandalkan Tuhan, apa pun yang kita impikan dan rindukan pasti akan terwujud.
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh
telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang
disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 1 Korintus 2:9
Friday, September 13, 2019
Thursday, September 12, 2019
MENGAPA TUHAN TAK MAU MENJAWAB
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 September 2019
Baca: Mazmur 143:1-12
"Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku," Mazmur 143:7
Jika apa yang kita doakan kepada Tuhan langsung mendapatkan jawaban dari Tuhan, hal itu tidak mendatangkan masalah bagi kita. Namun bagaimana kalau doa-doa kita tak mendapatkan jawaban dari Tuhan? Hal ini akan menjadi awal permasalahan dalam hidup, sebab biasanya kita langsung menunjukkan reaksi yang negatif sebagai tanda ketidaksiapan kita menerima kenyataan yang ada: kecewa, bersungut-sungut, mengomel, dan kemudian menyalahkan Tuhan. Jika Tuhan tidak menjawab permohonan doa kita, bukan berarti Tuhan pilih kasih atau tidak memedulikan kita.
Salah satu penyebab mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doa yang kita serukan kepada-Nya, atau berkata 'tidak' untuk permohonan doa kita, adalah karena kita salah dalam berdoa. Ini berkaitan dengan motivasi hati kita yang salah, karena apa yang kita minta kepada Tuhan hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita, seperti yang Yakobus sampaikan, " Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Alasan utama mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doa kita adalah karena ada dosa yang belum dibereskan. Dosa adalah penghalang dan penghambat utama untuk kita memperoleh jawaban doa. Nabi Yesaya menyampaikan, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan." (Yesaya 59:1-3).
Apabila doa-doa kita tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan, hal terbaik yang harus kita lakukan adalah koreksi diri dan datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati, serta mohon pengampunan dari-Nya! (Yohanes 1:9).
Jika hidup kita sudah benar-benar beres, Tuhan pasti akan menjawab doa-doa kita dan menepati janji-Nya!
Baca: Mazmur 143:1-12
"Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku," Mazmur 143:7
Jika apa yang kita doakan kepada Tuhan langsung mendapatkan jawaban dari Tuhan, hal itu tidak mendatangkan masalah bagi kita. Namun bagaimana kalau doa-doa kita tak mendapatkan jawaban dari Tuhan? Hal ini akan menjadi awal permasalahan dalam hidup, sebab biasanya kita langsung menunjukkan reaksi yang negatif sebagai tanda ketidaksiapan kita menerima kenyataan yang ada: kecewa, bersungut-sungut, mengomel, dan kemudian menyalahkan Tuhan. Jika Tuhan tidak menjawab permohonan doa kita, bukan berarti Tuhan pilih kasih atau tidak memedulikan kita.
Salah satu penyebab mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doa yang kita serukan kepada-Nya, atau berkata 'tidak' untuk permohonan doa kita, adalah karena kita salah dalam berdoa. Ini berkaitan dengan motivasi hati kita yang salah, karena apa yang kita minta kepada Tuhan hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita, seperti yang Yakobus sampaikan, " Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Alasan utama mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doa kita adalah karena ada dosa yang belum dibereskan. Dosa adalah penghalang dan penghambat utama untuk kita memperoleh jawaban doa. Nabi Yesaya menyampaikan, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan." (Yesaya 59:1-3).
Apabila doa-doa kita tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan, hal terbaik yang harus kita lakukan adalah koreksi diri dan datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati, serta mohon pengampunan dari-Nya! (Yohanes 1:9).
Jika hidup kita sudah benar-benar beres, Tuhan pasti akan menjawab doa-doa kita dan menepati janji-Nya!
Subscribe to:
Posts (Atom)