Monday, December 2, 2019

OTORITAS TUHAN SEPENUHNYA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Desember 2019

Baca:  Roma 9:15-29

"Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?"  Roma 9:21

Kerap timbul pertanyaan di dalam hati kita mengapa Tuhan seringkali memakai orang-orang dengan latar belakang hidup buruk untuk dipakai sebagai alat kemuliaan-Nya.  Ada bekas narapidana, dukun, pelacur, pejudi atau peminum yang mengalami jamahan tangan Tuhan, lalu menjadi hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa.  Apakah tidak ada orang baik yang layak menjadi hamba Tuhan?  Di sinilah kita melihat keajaiban dan kebesaran tangan Tuhan yang penuh kuasa, yang sanggup mengubah hidup seseorang.

     Tidak ada seorang pun yang bisa memahami jalan dan cara Tuhan dalam memilih hamba-hamba-Nya!  Pilihan manusia selalu berdasar pada apa yang terlihat secara kasat mata.  Ini bertolak belakang dengan cara pandang Tuhan, yang melihat sampai ke lubuk hati manusia.  "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati. Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."  (Roma 9:15-16).  Kita pasti terheran-heran bagaimana Tuhan memilih dan mengurapi Daud untuk menjadi raja  (1 Samuel 16:1-13).  Bukankah kakak-kakak Daud jauh lebih gagah dan lebih layak menjadi raja menurut penilaian manusia?  Bahkan ketika Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel,  "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."  (1 Samuel 16:10).  Justru yang dipilih Tuhan adalah Daud yang sedang menggembalakan kambing domba.  Ketika Daud datang, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,  "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."  (1 Samuel 16:12).

     Begitu juga dipilihnya Saulus menjadi hamba Tuhan secara manusia tidak masuk akal, sebab ia adalah penganiaya jemaat dan turut berperan dalam kematian Stefanus.  Tetapi Tuhan berfirman kepada Ananias,  "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel."  (Kisah 9:15).

Hanya Tuhanlah yang punya hak untuk memilih dan menentukan seseorang untuk dipakai-Nya!

13 comments:

  1. Amin Puji Tuhan, senatiasa kita mau hidup taat dan setia saja pada Tuhan, menyerahkan segala aspek hidup kepada Tuhan, percaya Tuhan sanggup menolong kita, aminπŸ™πŸ˜‡πŸ™

    ReplyDelete
  2. Amin.. .
    Tuhan yesus sungguh ajaib dan maha tahu... Dia memilih hambanya diluar pikiran manusia.. .

    ReplyDelete
  3. Thx YOU JESUS ...pakailah hidupku seturut rencana & kehendakMU ...Amin.

    ReplyDelete
  4. Benar Tuhan Yesus mahatahu,kepada orang yang dipilih-Nya sebagai alat kemuliaan-Nya,sumgguh diluar pikiran kita,ya Tuhan Yesus berkatilah kami,amin

    ReplyDelete
  5. Tuhan dapat memakai siapapun yang dikehendakiNya. Amin

    ReplyDelete
  6. Kalau Tuhan sudah memilih siapa yg mampu menolak..selalu diluar akal pikiran manusia. Terpujilah Tuhan Yesus. Amin.

    ReplyDelete
  7. Siapa yang dapat menyelami pikiran Allah? Terharu, kagum, bangga punya Allah yang sungguh dahsyat cara Allah menunjukkan KasihNya kepada orang2 yang Dia pilih untuk pertobatan yang sempurna, sehingga pada saat mereka menyadari KasihNya yang luar biasa, mereka sungguh2 menjadi SAKSI Kristus untuk menceritakan bahwa yang Tidak Layak Dia layakkan menjadi hamba-Nya untuk menjadi berkat bagi orang lain yang Tuhan pilih untuk juga diselamatkan. Terpujilah Tuhan kekal selama-lamanya!

    ReplyDelete