Wednesday, November 6, 2019

JADILAH SAKSI YANG BENAR

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 November 2019

Baca:  1 Petrus 2:11-17

"Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka."  1 Petrus 2:12

Sekalipun berada di tengah-tengah dunia yang begitu rusak, orang percaya dituntut untuk tetap memiliki cara hidup yang baik yang sesuai dengan kehendak Tuhan.  Itulah cara untuk kita bisa menjadi saksi yang benar.  Jangan sampai kita yang sudah menyandang status  'anak Tuhan'  punya cara hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.  Bila perbuatan dan tingkah laku kita tidak jauh berbeda dengan orang dunia, mustahil kita dapat menjadi saksi Kristus yang benar.  Sebaliknya, kita malah akan menjadi batu sandungan bagi mereka dan mereka pun akan menertawakan kita.

     Kita diselamatkan Tuhan dengan tujuan supaya kita memberitakan perbuatan Tuhan dan menjadi saksi-Nya yang baik.  Untuk menjadi saksi Kristus, tidak ada jalan lain selain harus berani membuang segala sesuatu yang  'lama'  dalam hidup ini, walaupun mungkin yang lama itu menyenangkan daging.  Inilah harga yang harus dibayar!  Jadi, kita harus berani bertindak untuk membereskan semua yang tidak berkenan pada Tuhan, tanpa terkecuali, dan kembali kepada prinsip Alkitab.  Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa kita telah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Bapa  (Kolose 3:3),  "...Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."  (Kolose 2:6-7), sebab  "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."  (Kolose 1:13-14).

     Membuang segala hal yang disukai bukan perkara gampang, tetapi bila kasih Kristus telah sepenuhnya menguasai hidup kita, tidak ada penderitaan seberat apa pun yang dapat menghalangi kita untuk maju bersama Kristus.  Inilah yang dialami Paulus, yang tidak hanya bisa berbicara, tetapi hidupnya benar-benar menjadi saksi Kristus. 

Tanpa memiliki kesaksian hidup, kita hanya akan menjadi batu sandungan!

15 comments: