Sunday, September 8, 2019

GUA ADULAM: Hidup yang Berdampak (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 September 2019

Baca:  1 Samuel 22:1-5

"Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang."  1 Samuel 22:2

Karena tertekan, takut dan sangat frustasi oleh karena intimidasi Saul yang tak berhenti mengejar dan berniat untuk membunuhnya, Daud pun hidup dalam pelarian dari satu tempat ke tempat yang lain.  Suatu ketika Daud  "...melarikan diri ke gua Adulam."  (1 Samuel 22:1a).  Kata  'Adulam'  memiliki arti tempat yang tertutup.  Di zaman dahulu gua menjadi tempat persembunyian yang paling aman bagi orang-orang yang bermasalah,  "...orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati,"  (ayat nas).  Di gua Adulam inilah berkumpul orang-orang yang merasa senasib:  mereka yang sedang bermasalah, mereka yang sedang frustasi, dan mereka yang mengalami luka-luka batin, yang jumlahnya kira-kira empat ratus orang.

     Mengapa mereka memilih untuk bersembunyi di dalam gua Adulam?  Karena letaknya yang berada di lereng bukit yang sangat terjal dan sulit dijangkau oleh siapa pun.  Mungkin keadaan kita saat ini tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang berada di gua Adulam itu.  Kita merasa bahwa tidak ada lagi orang yang mau peduli dengan keadaan kita;  semua memandang kita dengan sebelah mata dan tak lagi menganggap kita;  atau mungkin kita sedang memikul beban hidup yang teramat berat oleh karena masa lalu kita yang sangat kelam dan dosa-dosa kita yang setinggi gunung, sehingga kita merasa diri tidak berharga lagi, tidak layak, tidak pantas, baik itu di hadapan manusia, terlebih-lebih di hadapan Tuhan.  Kita pun berpikir mustahil hidup kita bisa dipulihkan!

     Seburuk apa pun keadaan kita, asalkan kita mau merendahkan diri datang kepada Tuhan, memohon ampunan-Nya dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan pasti sanggup mengubahkan:  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).  Tak perlu kita larut dalam keputusasaan dan terus mengasihani diri sendiri!  Kita harus bangkit!  Gua Adulam adalah tempat yang tepat untuk kita merefleksi diri dan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh,  "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;"  (Mazmur 147:3).

5 comments: