Wednesday, March 13, 2019

MANUSIA BARU: Hati yang Baru

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Maret 2019

Baca:  Yehezkiel 36:25-28

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat."  Yehezkiel 36:26

Alkitab menyatakan bahwa  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Proses  'kelahiran baru'  di dalam diri orang percaya ini dikerjakan oleh Roh Kudus  (Titus 3:5).  Karena kita adalah  'ciptaan baru'  di dalam Kristus maka kita harus menjalani hidup sebagai manusia yang benar-benar baru dengan meninggalkan kehidupan lama kita.  Tuhan berfirman,  "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu..."  (ayat nas).  Memiliki hati yang baru dan roh yang baru adalah tanda bahwa seseorang sudah mengalami kelahiran baru dan hidup dalam pertobatan.  Kita memerlukan hati dan roh yang baru agar hidup kita semakin berkenan kepada Tuhan.

     Apa yang dimaksudkan dengan hati yang baru?  Hati yang baru adalah hati yang tidak lagi keras atau hati yang lembut.  Kalau dulu sebelum bertobat hati orang begitu keras dan sulit sekali menerima teguran, setelah mengalami jaminan Roh Kudus hatinya diubahkan menjadi lembut.  "Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia;"  (Yehezkiel 11:19-20).  Hati yang lembut adalah hati yang mau belajar, diajar, ditegur dan dibentuk.  "Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi."  (Amsal 15:31-32).

     Hati yang baru adalah hati yang mau taat melakukan kehendak Tuhan, tidak kompromi terhadap dosa.  Ketaatan adalah syarat mutlak memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.  Tanpa ketaatan pengiringan kita akan Tuhan sia-sia.  Hati yang baru adalah hati yang senantiasa tertuju kepada Tuhan dan rindu menyenangkan hati-Nya.

Sudahkah kita benar-benar meninggalkan manusia lama dan menjalani hidup sebagai manusia baru?

18 comments:

  1. Amiiiin smoga hati saya yg keras ini bisa lembut.

    ReplyDelete
  2. Dgn mempunyai hati yg lembut seeeorang akan tumbuh menjadi pribadi yg dewasa hati & pikiran karena dia mau mendengar teguran & nasehat, bkn sebaliknya. Mari menjadi manusia yg baru/pribadi yg baru. Amen..🙏🙏

    ReplyDelete
  3. Ajar kami selalu taat kepada Mu ya Tuhan. Amin 🙏

    ReplyDelete
  4. Yesus, lembutkan hati ku. Amen.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih buat renungan nya saya jadi belajar melakukan firman Tuhan

    ReplyDelete
  6. Terima kasih Tuhan.ubahlah hidupku agar lebih baik dan ajarilah utk lbh mengenal Engkau ya Bapa

    ReplyDelete
  7. Trima kasih Tuhan buat firmanMu hr ini. Berikan kami kekuatan utk menjadi pelaku firmanMu... amin

    ReplyDelete
  8. amin...Doaku..Berikan hamba karuniaMU dengan hati yg baru dan taat melakukan FIRMANMU ya TUHANku...

    ReplyDelete
  9. Tuhan Yesus briku hati yang lembut....

    ReplyDelete
  10. Tuhan Yesus berikan Aku roh dan hati yang baru Tuhan...Amin...

    ReplyDelete
  11. Saya mau hidup saya menggambarkan pribadi Yesus yg memiliki hati selembut kain sutra dan Roh Kudus selalu berkarya dalam hidupku agar selalu memiliki hati yg mau taat kepadakepada-Mu Yesus Amen GBU😇❤🙏🙏

    ReplyDelete