Thursday, January 10, 2019

DIPUJI TUHAN...BUKAN MEMUJI DIRI SENDIRI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Januari 2019

Baca:  2 Korintus 10:12-18

"Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan."  2 Korintus 10:18

Salah satu ciri kesombongan adalah suka memuji diri sendiri, segala sesuatu berfokus pada  'aku'.  Sesungguhnya orang yang demikian merupakan orang yang penuh kelemahan, dan untuk menutupi sisi-sisi kelemahan dirinya, orang tersebut selalu bermegah atas dirinya.  Belajarlah dari rasul Paulus, seorang hamba Tuhan besar dan dipakai Tuhan secara luar biasa, yang tak pernah memegahkan diri:  "...kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga."  (2 Korintus 10:13).

     Tidak sepatutnya kita memuji diri sendiri, biarlah pujian itu datang dari Tuhan.  Walaupun kita memuji diri tahan uji, tapi yang mengukur kualitas hidup kita ialah Tuhan.  Bila Tuhan yang memuji kita pastilah itu sesuai kebenaran dan kenyataan yang kita alami.  Orang yang sering memuji diri sendiri akan mudah sekali tergelincir.  Pujian dan sanjungan dari manusia seringkali menjadi senjata ampuh bagi Iblis untuk menjerat hidup seseorang.  Karena itu rasul Paulus menasihati demikian:  "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  (Galatia 6:4).  Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa memuji diri sendiri sama dengan sombong, dan kesombongan adalah kebencian Tuhan.

     Melalui Obaja Tuhan menyampaikan firman-Nya tentang Edom yang congkak:  "Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN."  (Obaja 1:4).  Sesungguhnya tak satu bagian pun dari kita ini yang dapat kita bangga-banggakan, karena kita ini memang bukanlah siapa-siapa.  "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."  (2 Korintus 10:17).  Kristus mengajarkan:  "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  (Matius 23:11-12).

Tuhan membimbing orang yang rendah hati menurut hukum dan Ia mengajarkan jalan-jalan-Nya  (Mazmur 25:9).

6 comments: