Thursday, December 27, 2018

SEMAKIN BERISI HENDAKNYA SEMAKIN MERUNDUK

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Desember 2018

Baca:  Ulangan 8:1-20

"Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini."  Ulangan 8:17

Salah satu sifat buruk yang tanpa disadari sering muncul dalam diri seseorang adalah sombong.  Kesombongan adalah kebencian Tuhan.  Sifat ini seringkali muncul pada saat seseorang berada  'di atas', berhasil atau diberkati.  Ingat!  Ujian Tuhan tidak selalu berupa masalah atau penderitaan, terkadang bisa berupa berkat, kelimpahan atau keberhasilan.

     Banyak orang gagal dalam ujian berkat ini.  Ketika hidupnya biasa saja dan pas-pasan, orang begitu tekun mencari Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.  Begitu hidupnya berubah:  diberkati, kekayaan bertambah, pelayanan berhasil, bisnis makin maju, mulailah mereka berubah sikap menjadi sombong, merasa semua adalah hasil jerih payah dan kerja kerasnya sendiri. 
"Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini."  (ayat nas).  Di setiap kesempatan, dari nada bicaranya mulai terlihat bahwa mereka selalu membangga-banggakan diri dan mulai menganggap remeh orang lain.  Penyakit sombong ini juga menjangkiti pelayan-pelayan Tuhan!  Dahulu ketika pelayanannya masih biasa-biasa saja, bila ada orang yang membutuhkan bantuan doa dan ia sewaktu-waktu dipanggil, ia pasti datang.  Begitu pelayanannya berhasil dan namanya mulai terkenal, bila ada orang yang membutuhkan bantuan doa, ia sulit sekali untuk ditemui.  Memang benar, tanpa kerja keras orang tidak akan berhasil dalam setiap usaha dan pelayanan, tapi bila Tuhan tidak turut campur tangan di setiap usaha dan pelayanan kita, apakah bisa berhasil?  "...Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya..."  (Ulangan 8:18).

     Agur bin Yake katakan,  "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku."  (Amsal 30:8-9).

Jangan jadi orang yang tidak kuat menerima berkat, seharusnya semakin diberkati Tuhan hidup kita semakin menjadi berkat pula.

13 comments:

  1. Hendaknya Natal membawa perubahan dalam menjalani hidup mau mengasihi sesama Selamat Natal dan Tahun Baru

    ReplyDelete
  2. Amin. Terima kasih untuk pengingatnya. Tuhan berkati.

    ReplyDelete
  3. seharusnya semakin kita diberkati, semakin kita dipercaya oleh Tuhan, karena kita memiliki tanggung jawab untuk mengelola berkat sama seperti pekerja yang diberi 10, 5 dan 1 talenta. tetapi dalam hidup memang sering juga terjadi orang-orang yang diberkati namun karena berkat itu pula pada akhirnya mereka jatuh. dibutuhkan kedewasaan karakter yang muncul lewat proses kehidupan yang terus menerus untuk menjadikan kita "pelayan2" yang bertanggung jawab.

    ReplyDelete