Tuesday, December 25, 2018

KIDUNG PUJIAN DI HARI NATAL

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Desember 2018

Baca:  Lukas 1:46-55

"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,"  Lukas 1:46-47

Ribuan tahun silam, di kota Yerusalem, terdengarlah suara merdu seorang wanita melantunkan kidung pujian bagi Tuhan.  Ialah Maria, yang beroleh kasih karunia Tuhan  (Lukas 1:30).  Suatu anugerah besar bagi Maria karena Tuhan berkenan menjadikannya saluran berkat bagi dunia, karena melalui dirinya lahirlah Sang Juruselamat dunia.  Untuk menggenapi rencana Tuhan ini Maria berani membayar harga yaitu menanggung resiko besar, bisa dihukum mati karena dituduh berzinah.  Karena itulah di tengah-tengah situasi sulit Maria bisa bersyukur dan menyenandungkan pujian-pujian dan memuliakan Tuhan.

     Maria melantunkan kidung pujian bagi Tuhan karena Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya. 
"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,"  (ayat nas).  Ia menyadari dirinya adalah orang berdosa yang sesungguhnya patut dihukum dan keadilan Tuhan harus ditegakkan.  Tak seorang manusia pun mampu menyelamatkan diri dari hukuman tersebut, namun karena begitu besar kasih Tuhan kepada manusia,  "Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,...sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."  (Mazmur 103:10, 12).  Atas dasar inilah Maria memuji-muji Tuhan dengan sepenuh hati.  Ia bernyanyi bukan asal-asalan, tapi melibatkan seluruh keberadaan hidupnya disertai sikap hormat dan ekspresi penuh kebahagiaan karena telah beroleh anugerah keselamatan.

     Maria memuji-muji Tuhan karena Tuhan rela turun dari takhta-Nya yang Mahatinggi datang ke dunia dan bersedia dilahirkan di kandang yang hina.  Ini berbicara tentang kerendahan hati.  Karena itu setiap orang percaya harus mengikuti teladan-Nya, sebab Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati dan menentang orang yang sombong,  "Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;"  (Lukas 1:52).  Kehadiran Sang Juruselamat di dunia ini adalah bukti bahwa Tuhan setia pada janji-Nya  (Lukas 1:54-55).

"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."  Lukas 2:11

1 comment: