Sunday, February 19, 2017

KESAKSIAN YANG BUKAN BASA-BASI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 Februari 2017

BacaYohanes 3:22-36

"Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."  Yohanaes 3:26

Yohanes Pembaptis, orang yang diutus Allah untuk mendahului Yesus Kristus, membuka jalan bagi pelayanan Kristus seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya:  "Ada suara yang berseru-seru: 'Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!'"  (Yesaya 40:3;  Matius 3:3).  Ia adalah termasuk keturunan suku Lewi, putra dari Elisabet, dan saudara sepupu Maria, ibu Yesus  (baca  Lukas 1:36).  Ayahnya  (Zakharia)  adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah.  Perihal masa kecil Yohanes tidak banyak dikupas di Alkitab, kecuali ketika masih dalam kandungan Elisabet, di mana ia melonjak kegirangan sewaktu Maria berkunjung ke rumah ibunya.

     Secara manusia sesungguhnya Yohanes punya alasan untuk iri hati dan cemburu kepada Tuhan Yesus, karena ia yang lebih dahulu memulai pelayanan, tetapi Tuhan Yesus yang lebih sukses dan lebih populer dibanding dirinya.  Inilah yang Yohanes beritakan kepada orang banyak:  "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."  (Markus 1:7-8).  Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kasih persaudaraan yang tulus dengan menghargai dan menghormati pelayanan Tuhan Yesus yang jauh lebih tinggi dari dirinya sendiri.  Sebelum Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya banyak sekali pengikut Yohanes Pembaptis, tetapi setelah Tuhan Yesus melayani, banyak orang yang beralih untuk mengikuti Tuhan Yesus  (ayat nas).  Merasa tersaigikah Yohanes?  Justru ia menegaskan:  "Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya."  (Yohanes 3:28).  Yohanes Pembaptis dengan sportif dan rendah hati menyadari siapa dirinya dan siapa sesungguhnya Yesus.

     Jika setiap orang mengerti akan tugas dan panggilannya masing-masing, maka tak akan terjadi persaingan dan saling mendiskreditkan di antara saudara seiman

"Ia harus makin besar, tetapi aku (Yohanes) harus makin kecil."  Yohanes 3:30

No comments:

Post a Comment