Friday, April 8, 2016

HIDUP YANG MENGHASILKAN BUAH (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 April 2016 

Baca:  Kolose 1:1-14

"sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,"  Kolose 1:10

Kita sering diingatkan bahwa kehidupan kekristenan itu harus berbuah.  Buah yang dikehendaki Tuhan untuk kita hasilkan bukanlah sekedar bisa membawa orang datang ke gereja dan menjadi anggota gereja tersebut.  Yang terutama sekali adalah bagaimana membuat orang lain terpengaruh dan tergiring untuk memiliki karakter seperti Tuhan Yesus.  Apalah artinya tampak sibuk keluar masuk gedung gereja, atau memiliki jadwal pelayanan yang superpadat, jika karakter hidup kita tidak mengalami perubahan.

     Sebuah pelayanan yang benar-benar berdampak dan dapat diteladani orang lain adalah jika para pelayan Tuhan memiliki karakter seperti Kristus.  Ingat, tidak ada khotbah yang lebih  'keras'  suaranya selain dari perbuatan hamba Tuhan itu sendiri.  Ironis sekali jika banyak orang Kristen, terlebih-lebih yang berstatus pelayan Tuhan, hidupnya tidak berbuah.  Jika ini yang terjadi, berarti standar hidup kita masih jauh dari standar yang ditetapkan Tuhan.  Kita tidak memenuhi kehendak Tuhan yaitu hidup yang berbuah.

     Keberadaan kita ini digambarkan sebagai carang-carang liar yang dicangkokkan ke satu batang pohon.  Kalau carang asli, yaitu bangsa Israel, bisa tidak berbuah bisa dipotong dan dibuang, apalagi kita yang adalah carang liar.  "Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga."  (Roma 11:21-22).  Untuk menghasilkan buah  'harganya'  sangat mahal, yaitu harus rela kehilangan segala kesenangan daging, meninggalkan segala kenyamanan dan menjadikan Tuhan sebagai kesenangan satu-satunya.  Artinya kita selalu berusaha untuk bisa menyenangkan hati Tuhan setiap saat dan hidup sebagaimana Kristus hidup, dan menjadi penurut-penurut Allah  (baca  Efesus 5:1).

Hidup yang memenuhi standar Tuhan adalah hidup yang berbuah!  Kunci untuk menghasilkan buah adalah melekat kepada Tuhan dan mau membayar harga!

3 comments: