Saturday, August 15, 2015

KECEWA MEMPERHATIKAN YANG KELIHATAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Agustus 2015

Baca:  2 Korintus 4:16-182 Korintus 5:1-10

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,"  2 Korintus 4:18

Sebagai manusia, punya rasa kecewa adalah hal yang sangat wajar.  Namun kita tidak boleh membiarkan hal itu berlarut-larut menguasai hati dan pikiran kita, karena kehidupan yang dikendalikan oleh kekecewaan akan melahirkan hal-hal negatif, salah satunya adalah tawar hati.  Situasi ini pun akan dimanfaatkan oleh Iblis, karena Iblis paling suka melihat orang Kristen kecewa dan tawar hati.  Tertulis:  "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."  (Amsal 24:10), sehingga Iblis akan semakin mudah menghasut dan mempengaruhi kita dengan tipu muslihatnya yang licik.  "Lihat itu...orang yang tidak beribadah kepada Tuhan dan tidak setia melayani, hidupnya berkelimpahan!  Sementara kamu yang sudah rajin beribadah, berdoa dan mengikut Tuhan dengan setia cuma bisa gigit jari.  Rugi kamu!"  Daud mengingatkan,  "Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;"  (Mazmur 37:1-2).

     Di masa-masa sulit seperti sekarang ini Iblis ingin sekali membuat kita hanya mengutamakan dan meperhatikan hal-hal yang lahiriah atau tampak secara kasat mata, padahal kita sendiri tahu bahwa yang kelihatan itu sifatnya hanya sementara, dan selalu berakhir dengan kekecewaan.  Tetapi kita tetap saja termakan dan terprovokasi oleh hasutan si Iblis.  Berbicara tentang kekecewaan, seharusnya Tuhan Yesus yang layak kecewa.  Coba bayangkan!  Orang yang mengkhianati dan menyerahkan Dia bukanlah orang asing, bukan orang jauh dan juga bukanlah musuh;  justru yang mengkhianati dan menyerahkan Dia adalah Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya sendiri.

     Sungguh, apa yang tampak mata seringkali membuat kita kecewa dan tawar hati.  Supaya kita tidak mudah kecewa jangan sekali-kali berharap dan mengandalkan manusia.  Sebaliknya andalkan Tuhan dalam segala perkara dan tetap nanti-nantikan Dia, sebab  "...semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;"  (Mazmur 25:3).

Kita tidak akan mudah kecewa bila kita hidup karena percaya, bukan karena melihat!

No comments:

Post a Comment