Friday, December 5, 2014

BERSAMA TUHAN: Everything's Possible (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Desember 2014

Baca:  1 Korintus 1:18-31

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah."  1 Korintus 1:29

Mengapa Tuhan lebih cenderung memanggil dan memilih orang-orang yang tidak terpandang, dinilai bodoh, dan diremehkan oleh dunia?  Supaya kita tidak menjadi sombong dan memegahkan diri sendiri, sebab kemegahan yang bukan pada kehebatan Tuhan dalah sebuah kejahatan  (baca  Yakobus 4:16).  "...Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,"  (1 Korintus 1:27-28).

     Apa pun keadaan Saudara terimalah diri apa adanya dengan penuh ucapan syukur, sebab semua yang datangnya dari Tuhan pasti baik adanya.  "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran."  (Yakobus 1:17).  Menerima diri apa adanya adalah langkah awal menuju rencana Tuhan.  Jangan pernah menyalahkan diri karena kelemahan-kelemahan kita, sebab bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.  Setiap hari adalah kesempatan kita memilih:  terus maju atau menyerah pada keadaan, berpikiran positif atau negatif... semua bergantung pada keputusan yang kita ambil.  Rasul Paulus menasihati,  "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."  (Filipi 4:8).

     Ketika menyadari bahwa kita ini sangat berharga di mata Tuhan dan sedang dipersiapkan Tuhan untuk sebuah rencana besar yaitu  "...untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."  (Efesus 2:10), maka kita percaya bahwa Tuhan turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.  Tuhan berkata,  "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."  (2 Korintus 12:9).  Karena itu, rasul Paulus senang dan rela di dalam kelemahan,  "Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."  (2 Korintus 12:10b).

Jika Tuhan turut bekerja, semua adalah mungkin bagi orang percaya!

1 comment:

  1. HALLELUYA , TUHAN YESUS DASHYATT.!!!
    AMIIN.

    ReplyDelete