Tuesday, January 7, 2014

LOT: Keputusan Yang Salah

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Januari 2014 -

Baca:  Kejadian 13:1-18

"Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom."  Kejadian 13:12

Berbicara tentang Lot berarti berbicara tentang kota Sodom dan Gomora, dua kota yang dibumihanguskan Tuhan karena perbuatan bejat penduduknya.  Apa hubungannya dengan Lot?  Ya, Lot beserta seluruh keluarganya tinggal di kota itu.

     Lot adalah keponakan Abraham yang diajak bersama-sama meninggalkan negeri nenek moyangnya.  Abraham diberkati Tuhan secara luar biasa dan hal itu membawa dampak yang baik bagi kehidupan Lot.  Perekonomian Lot turut terangkat dan terberkati.  Alkitab mencatat bahwa keduanya memiliki banyak ternak, sampai-sampai tempat di mana mereka tinggal  "...tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama."  (Kejadian 13:6), kemudian terjadilah perkelahian antara para gembala Abraham dan para gembala Lot karena tanah Kanaan terlalu sempit untuk keduanya.  Inilah yang menjadi penyebab terjadinya terjadinya perpisahan antara Abraham dan Lot.  Namun dengan hati yang dipenuhi kasih Abraham memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih tempat terlebih dahulu.  Ini menunjukkan bahwa Abraham bukanlah seorang yang egois dan mementingkan diri sendiri.  Ia lebih mengutamakan kepentingan orang lain lebih dari kepentingannya sendiri walaupun ia punya kuasa dan hak penuh untuk menentukan pilihannya karena status Lot hanyalah menumpang.  Kesempatan ini tidak disia-siakan Lot, ia membuat pilihan sesuai keinginan matanya.  "Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. -- Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah."  (Kejadian 13:10-11).

     Lot memilih tempat sesuai dengan apa yang dipandangnya baik, indah, menarik dan lebih menguntungkan secara kasat mata.  Ia lebih mementingkan perkara-perkara jasmani yang berkenaan dengan harta dan kekayaan.  Fokus Lot adalah untuk kepuasan diri sendiri tanpa mempedulikan perasaan pamannya, Abraham.

1 comment:

  1. Tq...biasanya saya mendapat air hidup dari gereja...tapi karena pindah gedung..sdh 2 bulan saya kehabisan air hidup...dg adanya blog ini saya terbantu dan terberkati...tq

    ReplyDelete