Tuesday, April 30, 2013

ORANG YANG MENANTIKAN TUHAN (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 April 2013 -

Baca:  Yeremia 29:1-14

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  Yeremia 29:11

Mengapa kita harus senantiasa menanti-nantikan Tuhan dalam hidup ini?  1. Karena Tuhan memiliki rancangan yang baik bagi kita.  Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan.  Luar biasa!  Oleh karena itu kita harus tetap sabar menanti-nantikan Tuhan sampai apa yang telah dijanjikanNya itu tergenapi.  Pemazmur berkata,  "Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."  (Mazmur 12:7).  Dalam Bilangan 23:19 ditegaskan,  "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?"  (Bilangan 23:19).  Jika manusia berjanji akan mudah sekali ingkar dan mengecewakan.  Tapi Tuhan adalah setia, tidak ada janji yang tidak ditepatiNya.  Bahkan  "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"  (Ratapan 3:22-23).  Kesetiaan Tuhan inilah menjadi pengharapan kita.

     Ketika dunia bergoncang banyak orang berkata bahwa tidak ada harapan dan masa depan kita suram.  Itulah sebabnya tidak sedikit dari mereka yang berusaha untuk mencari jawaban akan masa depannya dengan bertanya kepada dukun, peramal atau paranormal yang begitu gencar menawarkan jasanya untuk memberitahukan kehidupan seseorang di masa depan.  Padahal mereka (dukun, peramal atau paranormal) sendiri tidak tau seperti apa masa depannya.  Inilah tipu muslihat Iblis!  Tapi bagi orang percaya  "...masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."  (Amsal 23:18).  Kepada jemaat di Efesus, rasul Paulus menulis:  "...di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya,"  (Efesus 1:13-14).  Kita ini telah dimateraikan dengan Roh Kudus, berarti kita ini adalah milik kepunyaan Tuhan, artinya beroleh jaminan akan masa depan yang pasti.  Apa pun yang kita perlukan dan butuhkan pasti Tuhan sediakan, karena kita adalah anak-anakNya dan  "Tuhan adalah bagianku,"  (Ratapan 3:24).

     Yang terpenting adalah bagaimana hati kita dalam nenanti-nantikan Tuhan.  Dibutuhkan kesabaran dalam menantikan janji Tuhan.  Sabar berarti tidak bersungut-sungut dan memberontak kepada Tuhan.  Kita bisa belajar dari kehidupan bangsa Israel yang gagal mencapai Tanah Perjanjian kecuali Yosua dan kaleb, karena mereka selalu bersungut-sungut, mengeluh dan memberontak kepada Tuhan selama berada di padang gurun.

Rancangan Tuhan dan janji-janjiNya pasti akan digenapi dalam hidup ini, asal kita sabar menanti-nantikan Tuhan dan menjaga hidup tetap berkenan seturut kehendakNya!

No comments:

Post a Comment

Post a Comment