Monday, November 5, 2012

MEMBUANG SEMUA KEDAGINGAN (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 November 2012 -

Baca:  Roma 8:1-17

"Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."  Roma 8:8

Perikop dari ayat firman Tuhan yang kita baca ini adalah hidup oleh Roh.  Artinya, setiap orang percaya yang hidupnya telah dimerdekakan dari dosa melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib wajib hidup menurut pimpinan Roh Kudus.  Segala perbuatan dosa  (kedagingan)  harus benar-benar kita tinggalkan, sebab  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).

     Mengapa kita harus membuang semua perbuatan daging?  Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa mereka yang hidup dalam daging tidak akan mungkin berkenan kepada Tuhan  (ayat nas),  "Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,"  (Roma 8:7a).  Adalah sia-sia kita aktif beribadah setiap hari Minggu, ikut persekutuan di mana-mana, bahkan terlibat dalam pelayanan jika kita masih saja hidup dalam kedagingan.  Dalam suratnya rasul Petrus menegaskan,  "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."  (1 Petrus 1:18-19).  Oleh karena itu kita harus hidup sebagai  'manusia baru', yaitu dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan lama kita yang penuh dengan hawa nafsu kedagingan.  "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."  (Galatia 5:24).

      Di tengah dunia yang bobrok ini Iblis dengan 1001 kiat jitunya berusaha untuk menjatuhkan kehidupan orang percaya, sehingga banyak orang Kristen, bahkan para pelayan Tuhan, yang terseret di dalamnya, masih saja hidup dalam kedagingan, terikat dan dikendalikan oleh dosa sehingga melakukan perbuatan dosa dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar.  Ibadah dan pelayanan yang dilakukan dianggap sebagai rutinitas semata.  Ibadah dan pelayanan terus berjalan, sementara perbuatan dosa juga enggan dilepaskan;  apalah artinya semua itu.  Berhati-hatilah!  "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."  (Roma 8:13).  (Bersambung)

2 comments:

  1. tips kecil yang harus dilakukan untuk mematahkan kedagingan itu sendiri apa ya ?

    ReplyDelete
  2. tips kecil untuk mematikan kedagingan itu gimana ya?

    ReplyDelete