Monday, July 23, 2012

ORANG KAYA SUKAR MASUK SORGA? (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Juli 2012 -

Baca:  Matius 19:16-26

"Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  Matius 19:24

Menyimak pernyataan ayat firman Tuhan di atas semua orang pasti terkejut.  Terbesitlah suatu pernyataan di hati kita:  "Apakah untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga kita harus terlebih dahulu jadi orang yang miskin atau dalam keadaan yang serba pas-pasan?"  Jawabannya:  tidaklah demikian!

     Sejak dari semula Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kehidupan setiap orang percaya sebagaimana tertulis:  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Jadi rencana Tuhan bagi kita adalah hari depan yang penuh harapan,  'MDC' (masa depan cerah), bukan 'MDS' (masa depan suram).  Tuhan ingin setiap anakNya mengalami berkat-berkatNya sehingga hidupnya pun menjadi berkat bagi orang lain dan dapat membantu pekerjaan Tuhan di muka bumi ini.

     Namun seringkali terjadi kekayaan atau materi yang dimiliki seseorang dapat mengubah sikap hati dan membuatnya lupa diri, bahkan tidak sedikit yang semakin jauh dari Tuhan.  Tuhan tidak lagi sebagai yang utama dalam hidup.  Keberadaan Tuhan sebagai Sang Pemberi berkat telah tergantikan oleh harta/kekayaannya.  "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."  (Matius 6:21).  Padahal ketika masih hidup pas-pasan banyak orang Kristen yang begitu tekun mencari Tuhan, rajin beribadah dan aktif di persekutuan.  Dalam segala hal mereka senantiasa mengandalkan Tuhan.  Tetapi setelah hidupnya dipulihkan dan diberkati, secara perlahan mulai berubah, hatinya tidak lagi melekat kepada Tuhan karena sudah merasa nyaman dengan kekayaan yang dimilikinya.  Sepertinya Tuhan sudah tidak terlalu diperlukan lagi.  Rasul Paulus berpesan kepada Timotius,  "Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.  Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi"  (1 Timotius 6:17-18).  (Bersambung)

No comments:

Post a Comment