Thursday, May 10, 2012

DEBORA: Tidak Ada yang Mustahil! (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Mei 2012 -

Baca:  Hakim-Hakim 5:1-31

"Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi Tuhan, bermazmur bagi Tuhan, Allah Israel."  Hakim-Hakim 5:3

Inilah respon barak:  "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju." (Hakim-Hakim  4:8).  Karena kepekaannya mendengar suara Tuhan dan keyakinannya bahwa Tuhan akan berperang ganti mereka, Debora beroleh keberanian untuk maju berperang bersama dengan Barak.  Dengan penuh iman Debora berkata,  "'Bersiaplah, sebab inilah harinya Tuhan menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah Tuhan telah maju di depan engkau?' Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia, dan Tuhan mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki." (Hakim-Hakim 4:14-15).  Dan akhirnya Debora mampu membawa bangsa Israel kepada kemenangan yang gilang-gemilang.  Itu semua bukan karena gagah dan kuat manusia, tapi semata-mata karena Tuhan yang menyertainya.  "Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel."  (Hakim-Hakim 4:23).

     Tuhan benar-benar menunjukkan kuasaNya dan menjadi Jehovah Nissi bagi bangsa Israel.  Meski dipimpin seorang wanita bukan berarti Israel lemah dan mudah ditaklukkan.  Israel mempunyai Tuhan yang hidup dan berkuasa.  Tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan!  Dia sanggup memakai Debora sebagai pahlawan bagi bangsa Israel.  "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah." (1 Korintus 1:27-29).

     Karena itu Deborah menaikkan pujian dan pengagungan bagi Tuhan, nyanyian syukur karena Tuhan telah menjadi pembela bagi bangsanya.  Sungguh,  "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" (Roma 8:31b).  Di dalam Tuhan, kita lebih daripada pemenang.

Di bawah kepemimpinan Debora amanlah bangsa Israel selama 40 tahun.

No comments:

Post a Comment