Tuesday, March 6, 2012

BERADA DI RUMAH TUHAN (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Maret 2012 - 

Baca:  Mazmur 26:1-12

"Tuhan, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam."  Mazmur 26:8

Ketika dikepung oleh Sanherib dan Yerusalem benar-benar terjepit, Hizkia mengoyakkan pakaiannya dan diselubunginya badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah Tuhan.  Hizkia tahu benar bahwa tempat pelarian dan perlindungan yang aman adalah berada di rumah Tuhan.  Di dalam Tuhan Hizkia beroleh kekuatan dan pengharapan.  Tuhan berfirman,  "Ia  (raja Asyur)  tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah kesana;  juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.  Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianah firman Tuhan.  Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."  (Yesaya 37:33-35).  Sungguh benar bahwa  "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."  (Mazmur 46:2).

     Di dalam rumah Tuhan kita mendapatkan pengajaran melalui kebenaran firman Tuhan yang disampaikan oleh hambaNya.  Pengajaran sangat diperlukan agar kita dapat mengoreksi hidup:  sudahkah hidup kita seturut dengan kehendak Tuhan atau sudah menyimpang dari firmanNya.  Dalam Mikha 4:2 dikatakan,  "Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kia tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya;  sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman Tuhan dari Yerusalem."  Banyak orang Kristen yang mengabaikan firman Tuhan;  ketika hamba Tuhan menyampaikan pengajaran ada yang mengobrol, bermain handphone atau bahkan tidur mendengkur.

     Mendengar firman Tuhan sangat penting karena  "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat unuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Itulah sebabnya Daud merasakan sukacita yang luar biasa tatkala berada di rumah Tuhan.  Berada di pelataran saja sudah membuatnya bersukacita.

Karena itu sesibuk apa pun tidak ada alasan bagi kita untuk tidak ke gereja, karena dalam ibadah Tuhan hadir secara khusus dan siap mencurahkan berkatNya!

No comments:

Post a Comment