Friday, February 3, 2012

MASIH MENYIMPAN KEPAHITAN?

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Februari 2012 - 

Baca:  Efesus 4:17-32

"Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."  Efesus 4:31

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan akhirnya tahun pun berganti tahun menunjukkan bahwa segala sesuatu ada akhirnya dan selalu berubah.  Bila segala sesuatu harus ada akhirnya dan berganti dengan suasana baru, bagaimana dengan keadaan dan suasana hati kita?  Apakah juga sudah mengalami pembaharuan?  Jika di masa-masa lalu terjadi kegeraman, pertikaian, saling membenci, saling memfitnah di antara keluarga, teman, rekan sepelayanan atau di mana saja, apakah sampai hari ini rasa itu masih tertanam di dalam kita, sehingga timbul suatu akar pahit?  Apakah kita terus diam saja dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal di hati kita masih berkemelut rasa dendam, pahit dan sakit hati?

     Sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh terus-menerus menyimpan akar pahit itu.  Harus segera dibereskan!  Kita harus dengan rendah hati datang kepada Tuhan Yesus dan membuka hati kita untuk dijamah dan diselidiki oleh Roh Kudus sehingga kita menyadari segala perbuatan salah kita dan bukan sebaliknya:  kita tetap merasa benar dan menyalahkan orang lain.  Jika telah diperdamaikan atau ditegur oleh pihak lain demi kebaikan kita janganah kita marah dan dendam.  Ingat,  "Apabila kamu menjadi marah, janganah kamu berbuat dosa:  janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis."  (Efesus 4:26-27).  Sebaliknya  "...hendakah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."  (Efesus 4:32).  Jangan pernah berharap Tuhan akan mengampuni kita apabila kita tidak mau mengampuni orang lain.  Ditegaskan kembali demikian:  "...jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang.  Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."  (Matius 6:14-15).

     Tuhan tidak menghendaki kita memiliki dendam dan terus-menerus menyimpan akar pahit.  Kita harus bersikap ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni satu sama lain.

Kita yang telah beroleh pengampunan dari Tuhan juga harus mau membuka hati untuk mengampuni orang lain, dan buanglah semua kepahitan yang ada!

No comments:

Post a Comment