Friday, December 2, 2011

TELADAN SEORANG PETANI: Bersabar dan Bertekun

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Desember 2011 - 

Baca:  Yakobus 5:7-11

"Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."  Yakobus 5:7b

Saat-saat ini banyak orang Kristen yang mudah mengeluh, bersungut-sungut dan putus asa karena merasa tidak kuat lagi menghadapi permasalahan yang ada.  Sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya kita bersikap demikian.  Karena itu Yakobus menasihati kita agar tetap bersabar dan bertekun meski berada dalam kesesakan.  Kata bersabar disampaikan sebanyak 4x dan kata bertekun ditulis sebanyak 2x.  Hal ini menunjukkan bahwa bersabar dan bertekun adalah dua karakter penting yang harus menjadi bagian hidup orang percaya.

     Tuhan memberikan satu teladan dari kehidupan petani.  Kita tahu bahwa petani selalu bersabar menantikan hasil panennya.  Hari lepas dari petani dengan tekun mengolah tanahnya, mengairi sawahnya dengan air yang cukup dan menaburinya dengan benih terbaik.  Panas terik atau hujan badai tak menjadi penghalang baginya, karena menyadari bahwa kehidupannya sangat bergantung pada hasil panennya.  Dalam suratnya Yakobus juga memberitahu kita bahwa petani akan menghadapi dua macam hujan, yaitu hujan musim gugur dan hujan musim semi.  Apa itu hujan musim gugur?  Hujan musim gugur adalah hujan yang akan merontokkan segala hal:  daun, bunga, ranting-ranting, bahkan pohon-pohon yang tidak memiliki akar yang kuat dipastikan akan bertumbangan.  Jelas bukan suatu pemandangan yang menarik dan menyegarkan karena pohon-pohon tampak undul, tanpa daun, tanpa bunga dan tanpa buah.

     Hujan musim gugur adalah masa-masa sulit bagi para petani.  Ini berbicara tentang keadaan yang tidak baik dalam kehidupan kita:  mungkin sakit yang kita derita belum sembuh-sembuh, goncangan dalam rumah tangga, krisis keuangan, usaha bangkrut dan sebagainya.  Meski demikian para petani tidak menjadi kecewa atau putus asa di tengah jalan.  Mereka terus bersabar dan bertekun menanti sampai berlalunya masa hujan musim gugur, karena pada saatnya mereka akan mengalami hujan musim semi, di mana dedaunan dan bunga-bunga kembali bersemi, pohon-pohon didapati mulai menghasilkan buah sehingga pemandangan sekitar tampak hijau dan menyegarkan!  Inilah masa pengharapan karena masa panen akan segera tiba!  Milikilah mental seorang petani yang selalu sabar dan tekun menantikan panen tiba.

"Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya."  2 Timotius 2:6

No comments:

Post a Comment