Thursday, October 6, 2011

MEMBANGUN IMAN DENGAN ORANG TERDEKAT

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi  6 Oktober 2011 -

Baca:  Mazmur 119:57-64

"Aku  (Daud - Red.)  bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titahMu."  Mazmur 119:63

Alkitab mencatat bahwa Abraham adalah orang yang sangat kaya dan diberkati Tuhan.  Janji Tuhan yang mengatakan,  "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur;  dan engkau akan menjadi berkat."  (Kejadian 12:2)  benar-benar tergenapi dalam kehidupan Abraham.  Saat Abraham meninggalkan negerinya,  "...Lot pun ikut bersama-sama dengan dia;"  (Kejadian 12:4).

     Keberadaan Abraham benar-benar membawa dampak luar biasa bagi kehidupan Lot.  Abraham menjadi berkat bagi Lot.  Karena mengikuti Abrahamlah Lot turut diberkati dan memiliki banyak harta;  ini merupakan anugerah Tuhan oleh karena Abraham.  Semua berkat yang Lot terima adalah karena kedekatannya dengan Abraham.  Lot bukanlah orang pilihan Tuhan seperti Abraham, namun Lot bisa menikmati kekayaan dan berkat Tuhan karena dia tinggal dekat dengan Abraham.  Dampak kekariban Abraham dan Tuhanlah yang menyebabkan semua orang yaang ada bersama dengannya turut diberkati.  Namun keputusan Lot berpisah dari Abraham adalah awal kehancurannya.  Seluruh kekayaan Lot turut musnah terbakar bersama kota Sodom dan Gomora yang dibumihanguskan Tuhan;  isterinya pun menjadi tiang garam.

     Melalui Lot ini kita dapat belajar bahwa dengan siapa kita membangun hubungan akan menentukan hari depan kita.  Kesalahan dalam menentukan pertemanan akan mempengaruhi kehidupan rohani kita.  Pemazmur menasihatkan agar orang percaya  "...tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, ...tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan ...tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,"  (Mazmur 1:1), karena  "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33b).  Kita harus membangun pergaulan dengan orang-orang yang sama-sama haus dan lapar akan Tuhan.  Bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang-orang dunia, tapi untuk membangun manusia roh, kita membutuhkan rekan-rekan yang lebih rohani.  Pergaulan kita akan menyatakan siapa kita sebenarnya.  Daud memilih bersekutu dengan orang-orang yang tahut akan Tuhan  (ayat nas)  sehingga imannya terbangun;  ketika lemah ada yang menguatkan, ketika mulai menyimpang dari firman ada yang menegur.

Milikilah hubungan karib dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan supaya iman kita semakin kuat!

No comments:

Post a Comment