Saturday, September 10, 2011

BEKERJA DENGAN LOYALITAS TINGGI (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi  10 September 2011 -

Baca:  Efesus 6:1-9

"dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia."  Efesus 6:7

Bekerja yang bagaimana?  Bekerja dengan asal-asalan atau 'semau gue'?  Dalam perumpamaan tentang talenta (baca Matius 25:14-30).  kita dapat belajar banyak hal, salah satunya adalah bagaimana si tuan memberikan upah atau penghargaan kepada hambanya yang setia menjalankan talentanya.  Hamba yang menerima 5 talenta dan 2 talenta beroleh pujian dari tuannya:  "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia;  engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.  Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."  (Matius 25:21).  Hamba yang rajin bekerja dan setia memperoleh upah dari tuanNya sebagaimana tertulis:  "Kamu tahu, bahwa Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.  Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya."  (Kolose 3:24).  Sebaliknya, hamba yang menerima 1 talenta tetapi tidak menjalankannya dikecam sebagai hamba yang jahat dan malas.  Dari perumpamaan tentang talenta ini Tuhan Yesus sebenarnya menekankan tentang pentingnya memiliki sikap yang taat kepada majikan sebagai pemberi pekerjaan.

     Ukuran ketaatan dirumuskan Paulus dengan sangat tepat ketika berkata.  "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23).  Karakter inilah yang harus dimiliki oleh seorang pekerja Kristen.  Dalam bekerja, orang Kristen harus memiliki loyalitas tinggi.  Apa pun yang kita kerjakan hendaknya kita melakukannya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.  Dengan melakukan pekerjaan seperti untuk Tuhan berarti kita telah menunjukkan kasih dan ketaatan kepada Tuhan.

     Jadi pekerjaan dapat menjadi salah satu media bagi kita untuk bersaksi dan melayani Tuhan.  Oleh karena itu jangan pernah menggerutu dalam menjalankan tugas.  Jika kita terus menggerutu atau mengomel dalam bekerja, kita tidak akan menjadi berkat bagi orang lain.

Mulai sekarang, bekerjalah giat dan penuh komitmen,  "Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia."  (Efesus 6:6-7).

No comments:

Post a Comment