Tuesday, August 2, 2011

MEMAHAMI DAN MENGENALI JALAN TUHAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Agustus 2011 -

Baca:  Mazmur 25

"Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya."  Mazmur 25:10

Kepada Musa Tuhan memperkenalkan jalan-jalanNya yang ajaib.  Adalah tidak mudah memahami dan mengerti jalan-jalan Tuhan itu,  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).

     Seringkali kita memaksa Tuhan untuk mengikuti kehendak dan rencana kita tapi kita sendiri tidak mau mengikuti jalan-jalan Tuhan.  Jalan Tuhan itu sulit dimengerti dan serasa tidak masuk akal.  Orang yang hanya terfokus pada perbuatan-perbuatan Tuhan, akan mudah kecewa dan bersungut-sungut kepada Tuhan seperti bangsa Israel.  Pemazmur berkata,  "Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau."  (Mazmur 106:7).  Sekalipun mereka telah melihat dan mengecap perbuatan Tuhan, mereka belum juga mengerti jalan-jalan Tuhan.  Itulah sebabnya Tuhan berkata,  "Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku:  'Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.'  Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:  'Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.' "  (Mazmur 95:10-11).

     Kalau kita tidak mengenali jalan-jalan Tuhan, kita tidak akan memiliki pengalaman berjalan bersama Tuhan;  kita tidak akan tahu bagaimana hidup berjalan dengan Tuhan.  Dengan memahami jalan Tuhan kita juga akan semakin mengenal pribadiNya, dan dengan mengenal pribadiNya kita akan mengetahui kehendak dan rencanaNya, apa yang Tuhan inginkan untuk kita kerjakan di dalam hidup kita.  Tuhan berkata,  "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahinya?  Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."  (Yesaya 43:19).  Terkadang jalan Tuhan itu terasa berat untuk kita jalani, tetapi selalu ada rencanaNya yang indah dan semua itu mendatangkan kebaikan bagi kita.

Karena menolak jalan di padang gurun yang telah dibukakan Tuhan, bangsa Israel pun tidak bisa menikmati Tanah Perjanjian!

No comments:

Post a Comment