Sunday, July 24, 2011

BERTANDING DAN MEMELIHARA IMAN!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2011 -

Baca:  1 Timotius 6:11-21

"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal."  1 Tomotius 6:12a

Ibadah adalah perkara yang sangat penting bagi orang percaya.  Karena itu dalam menjalankan ibadah harus sepenuh hati;  jangan sampai kita beribadah kepada Tuhan dengan setengah hati, asal-asalan atau hanya sebagai rutinitas belaka.  Alkitab menyatakan,  "Latihlah dirimu beribadah.  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."  (1 Timotius 4:7b-8) dan  "...ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar."  (1 Timotius 6:6).  Mari perhatikan dengan sungguh ibadah Saudara.  Jangan sembarangan, apalagi menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah yang ada (baca Ibrani 10:25).  Mari gunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan.  Dan apa saja yang dipercayakan Tuhan lakukan itu dengan penuh kesetiaan.  Kehidupan kita harus menghasilkan buah-buah Roh secara nyata (baca Galatia 5:22-23).

     Hidup kekristenan ibarat berada di arena pertandingan, namun  "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?  Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"  (1 Korintus 9:24).  3.  Bertanding dalam iman.  Kita tidak akan tahu seberapa kuat iman kita sebelum kita masuk dalam pertandingan yang sesungguhnya.  Jadi  "Saudara-saudaraku yang kekasih,...  aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus."  (Yudas 3).  Di tengah ujian dan penderitaan yang ada, tetaplah kuat!  Jangan sampai kita undur di tengah jalan.  Sebaliknya tetaplah  "...taat;  ...kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,..."  (baca Filipi 2:12).

     Mari kita belajar dari Paulus.  Meski dihadapkan pada aniaya, penderitaan, ancaman dan segala bentuk kesukaran dia tetap maju, karena dia tahu bahwa Tuhan telah menyediakan upahnya yaitu mahkota kehidupan bagi setiap orang yang setia sampai akhir.  Jadi, tetaplah fight!

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."  (2 Timotius 4:7).

No comments:

Post a Comment