Tuesday, June 7, 2011

MENANG TERHADAP INTIMIDASI IBLIS (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Juni 2011 -

Baca:  Nehemia 6

"Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya:  'Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.'.  Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga."  Nehemia 6:9

Nehemia tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan mereka. Jika ia menyerah di tengah jalan dan tidak lagi melanjutkan pembangunan itu, maka mereka (musuh) pasti akan melompat kegirangan dan bersukacita atas kegagalan Nehemia.  Ituah yang dimaui oleh Iblis, karena memang pekerjaan Iblis adalah  "...untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;"  (Yohanes 10:10a).

     Di tengah ujian berat yang mendera, Nehemia tidak putus asa.  Ia datang kepada Tuhan dengan berpuasa dan berdoa sehingga ia beroleh kekuatan untuk menghadapi lawan-lawannya.  Pemazmur berkata,  "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;  dari manakah akan datang pertolonganku?  Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi."  (Mazmur 121:1-2).  Nehemia pun berani berkata,  "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!  Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun.  Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"  (Nehemia 2:20).  Para pengacau (Sanbalat dan Gesyem) tidak pernah berhenti untuk menggagalkan usaha Nehemia.  Bahkan Sanbalat mengutus hambanya untuk yang kelima kalinya kepada Nehemia dengan membawa surat tuduhan bahwa Nehemia telah memberontak dan mencalonkan dirinya sebagai raja Yehuda (Nehemia 6:6).  Berbagai upaya telah mereka lakukan, tapi semuanya tidak ada yang berhasil karena Tuhan menyertai Nehemia.  Nehemia tetap kuat dan fokus terhadap tugas yang dipercayakan Tuhan untuk membangun kembali Yerusalem.  Ia menjalankan tugas ini dengan penuh komitmen dan tidak menyalahgunakannya.

     Bila saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang tidak jauh berbeda dengan Nehemia, jangan putus asa!  Memang, Iblis tidak pernah lelah untuk melemahkan kita.  Jangan menyerah pada keadaan dan terpengaruh kata-kata negatif yang dilontarkan orang lain kepada kita.  Tetaplah maju!  Ada tertulis:  "dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,"  (1 Korintus 1:28).

Serahkan setiap perkara kepada Tuhan, maka Dia akan menyelesaikannya, karena tak ada rencanaNya yang gagal!

No comments:

Post a Comment