Tuesday, June 21, 2011

MELAYANI TUHAN: Tulus, Tidak Mencari Keuntungan Sendiri!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Juni 2011 -

Baca:  Titus 1:5-16

"Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan."  Titus1:11

Memiliki motivasi yang benar adalah dasar melayani Tuhan.  Alkitab melarang kita untuk mencari penghargaan atau keuntungan bagi diri sendiri.  Tertulis:  "Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri?  Janganlah mencarinya!"  (Yeremia 45:5a, b).

     Peninggian dan berkat bagi seseorang adalah hasil karya Tuhan dan bukan karena usaha kita sendiri.  Oleh sebab itu saat melayani Tuhan kita harus memiliki hati yang benar.  Kita melayani Dia karena kita ini berhutang budi kepada Tuhan.  Dia terlebih dahulu mengasihi kita dan telah mengorbankan nyawaNya bagi kita.  Karena pengorbananNya di atas kayu salib kita menerima keselamatan dan diangkat menjadi anak-anak Allah, sehingga kita pun beroleh berkat dan anugerah (Baca Efesus 1:3-8).  Jadi melayani Tuhan adalah tindakan membalas kasih Tuhan, bukan untuk mencari hormat dan keuntungan diri sendiri.  Simak pernyataan Paulus:  "Kalau demikian apakah upahku?  Upahku ialah ini:  bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil."  (1 Korintus 9:18).

     Paulus pun berpesan kepada Titus agar ia berhati-hati dalam memilih penatua atau pelayan Tuhan.  Hendaknya mereka adalah orang-orang yang memiliki hati yang tulus, bukan tipe orang yang suka mencari keuntungan pribadi.  Sekarang ini masih saja ada pelayan Tuhan yang pilih-pilih tempat dalam melayani.  Jika diundang berkotbah, ada yang bertanya:  "Persembahannya berapa?"  Ada pula yang bersemangat melayani ketika yang dilayani adalah orang-orang yang berkantung tebal dan berkedudukan tinggi.  Tapi jika diminta untuk melayani orang-orang pinggiran, gereja kecil di pelosok, di mana jemaatnya adalah orang-orang miskin, tidak banyak hamba Tuhan yang tergerak.

     Mari kita belajar dari Paulus, yang melayani Tuhan karena merasa berhutang kepada Kristus:  "...adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?  Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."  (Galatia 1:10).

Layanilah Tuhan dengan tulus dan murni, jangan sekali-kali mencari hormat, apalagi keuntungan untuk diri sendiri!

No comments:

Post a Comment