Wednesday, May 4, 2011

TAKUT AKAN TUHAN: Hormat dan Bangga akan Dia (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Mei 2011 -

Baca:  Mazmur 145

"Ia (Tuhan) melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka."  Mazmur 145:19

Takut akan Tuhan mengandung unsur bangga.  Jika di dalam hati kita memiliki rasa bangga kepada Tuhan tentunya kita akan suka bersaksi dan menceritakan kebaikan-kebaikanNya kepada orang lain.  Namun banyak di antara kita yang malu bersaksi tentang Yesus, malu menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup kita.  Ingat, kalau kita malu karena nama Yesus, Ia pun akan malu mengakui kita di hadapan Bapa (baca Markus 8:38).  Sebaliknya kalau menceritakan kejelekan orang lain atau bergosip, tanpa harus dikomando, kita sudah tidak tahan untuk tidak berbicara mulai dari A sampai Z.  Perhatikan apa yang dikatakan Daud:  "Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;"  (Mazmur 9:2).  Rasa bangga yang dimiliki seseorang kepada Tuhan akan tercermin dari sikap dan perbuatannya:  selalu semangat dan antusias terhadap perkara-perkara rohani.

     Bila rasa hormat dan bangga ada pada kita, kita akan beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas dan setia.  Beribadah bukan hanya sebatas kita hadir di gereja atau di persekutuan-persekutuan doa, tapi juga di segala aspek kehidupan kita dan harus merupakan bagian dari ibadah kita kepada Tuhan.  Paulus berkata,  "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23).  Saat berada di tengah masyarakat atau lingkungan, kantor, sekolah dan sebagainya, hendaknya kehidupan kita menjadi kesaksian bagi mereka.  Alkitab mengatakan,  "...hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di sorga."  (Matius 5:16).  Jadi seluruh kehidupan kita seharusnya adalah sikap sedang melayani Tuhan dan sedang beribadah kepadaNya.  Mari gunakan waktu dan kesempatan yang ada saat ini untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan.

     Rasul Paulus senantiasa semangat melayani Tuhan meski harus menghadapi aniaya dan penderitaan, bahkan bisa berkata, "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini.  Karena itu kami tidak tawar hati.  Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus."  (2 Korintus 4:1,5).

Orang Kristen yang takut Tuhan pasti melakukan yang terbaik bagiNya dalam segala hal!

No comments:

Post a Comment