Friday, April 22, 2011

PENEBUSAN YESUS KRISTUS: Sekali Untuk Selamanya

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 April 2011 -

Baca:  Ibrani 9:11-28

"betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, ..."  Ibrani 9:14

Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib adalah penggenapan rencana Allah.  Sebagaimana juga disampaikan oleh Petrus saat ia berkotbah di Yerusalem,  "Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka."  (Kisah 2:23).  Hal ini juga sudah dinubuatkan jauh-jauh sebelumnya yaitu di dalam Perjanjian Lama,  "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;  ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."  (Yesaya 53:5).  Di atas kayu salib ini Yesus harus menanggung dosa segenap umat manusia dan dalam keadaan terpisah sama sekali dari hubungan dengan Allah.  Ketika itu  "Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.  Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:  'Eli, Eli, lama sabakhtani?'  Artinya:  Allah-Ku, Allah-Ku,mengapa Engkau meninggalkan Aku?"  (Matius 27:45-46). 

     Kematian adalah suatu hal yang umum dan lumrah bagi manusia, namun hanya ada satu kesengsaraan dan kematian yang luar biasa dan istimewa yaitu kematian Anak Allah.  Yesus, Anak Allah, yang adalah Allah itu sendiri digantung di atas kayu salib dan wafat.  Peristiwa kematianNya pun disertai dengan kegelapan pekat yang mencekam di tengah hari bolong selama tiga jam.  Alkitab juga mengatakan,  "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia:  'Sudah Selesai.'  Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."  (Yohanes 19:30).  Kata  "sudah selesai"  ini sebagai pernyataan bahwa Yesus sudah menggenapi segala sesuatu yang harus Ia lakukan.

     Kematian Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah kepada dunia, di mana Kristus sebagai korban untuk menebus dosa umat manusia.  Pekerjaan penebusan itu hanya dilakukan sekali untuk selama-lamanya karena pekerjaan itu sempurna.  "...Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-nya untuk menanggung dosa banyak orang.  Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia."  (Ibrani 9:28).

Pengorbanan Kristus di salib adalah menggenapi rencana Agung Allah bagi manusia!

No comments:

Post a Comment