Sunday, February 20, 2011

HAL YAKUB: Adilnya Jalan Tuhan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 20 Februari 2011 -

Baca:  Kejadian 25:19-34

"Kata Yakub:  'Bersumpahlah dahulu padaku.'  Maka bersumpahlah ia (Esau - Red.)  kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya."  Kejadian 25:33

Sosok pribadi Yakub bisa dikatakan sebagai tokoh yang cukup fenomenal dalam Alkitab.  Ia memiliki sifat-sifat yang tidak jauh berbeda dengan kita.  Arti dari nama 'Yakub' sendiri adalah penipu.  Tidak hanya namanya, tapi perbuatannya juga mencerminkan bahwa ia suka menipu, orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.  Dengan caranya yang licik Yakub mengakali Esau, saudaranya, agar ia mau menjual hak kesulungannya dengan ditukar semangkuk kacang merah.  Selain itu Yakub juga menipu Ishak, ayahnya, sehingga Ishak pun terpedaya dan memberkati dia dengan berkat kesulungan (baca Kejadian 27:18-26), sehingga Yakub pun menjadi orang yang sangat terberkati.  Menurut penilaian kita sebagai manusia, hal itu terasa aneh.  Mengapa orang yang sedemikian licik dan suka menipu justru sepertinya diberkati oleh Tuhan?  Bagaimana bisa Tuhan memberkati orang yang suka menipu?

     Adalah mustahil bagi kita menyelami jalan dan pikiran Tuhan.  Dikatakan,  "Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:9).  Dalam hal ini Esau telah melakukan keteledoran dalam menjaga hak kesulungannya.  Ia memandang rendah hak kesulungan sehingga dengan gampangnya menukarkan itu dengan sepiring makanan.  Alkitab menyatakan,  "Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan."  (Ibrani 12:16).  Sebaliknya Yakub sangat menghargai berkat dan hak kesulungannya, sehingga berbagai upaya ia lakukan untuk mendapatkannya.  Itulah yang menjadi salah satu faktor penyebab dari semua peristiwa tadi, sehingga hak kesulungan itu pun jatuh ke tangan Yakub.  Itu adalah konsekuensi ketidaktaatan Esau kepada Tuhan.

     Karena itu jangan sampai kita memandang rendah kasih karunia Tuhan yang telah diberikan kepada kita, apalagi sampai menukarnya dengan apa pun juga yang ada di dunia ini.  Pada saatnya Yakub pun harus menuai apa yang ia tabur.  Karena telah menipu, akhirnya ia juga sering ditipu oleh Laban.  Yakub dan Esau harus menanggung konsekuensi dari apa yang mereka tabur.

Tuhan itu adil dan tidak dapat dipermainkan, karena itu janganlah main-main dengan dosa!

No comments:

Post a Comment