Monday, December 6, 2010

HAL BANGSA ISRAEL: Mata Yang Tertuju Hanya Pada Berkat

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Desember 2010 -

Baca: Keluaran 13:17-22
 
"Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu."  Keluaran 13:22

Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir menuju tanah Perjanjian, yaitu Kanaan, sangat menarik untuk disimak dan dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.  Di sepanjang perjalanan Tuhan menyatakan kasih dan perlindunganNya sehingga dengan mata kepala mereka sendiri mereka melihat betapa Tuhan sangat memperhatikan mereka.  Bukti penyertaan Tuhan diwarnai tanda khusus yang berupa tiang awan dan tiang api.  "Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam"  (ayat 21).  Dengan itu mereka tidak mengalami panas terik yang begitu menyengat pada siang hari, dan pada malam hari mereka tidak mengalami kedinginan.

     Mujizat dan penyertaan Tuhan ini sebagai bukti bahwa Tuhan sangat peduli dan mengasihi bangsa Israel.  Dia rindu supaya bangsa Israel mengarahkan pandangannya hanya kepada Tuhan yang sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib.  Namun kenyataannya mereka tetap tidak bisa mengucap syukur, dan selalu saja memberontak.  Mata mereka hanya tertuju pada berkat-berkatNya saja (hal-hal jasmaniah).  Bila tidak ada air mereka langsung mengeluh dan bersungut-sungut.  "Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa bangsa itu kepada Musa dan berkata: 'Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?'"  (Keluaran 17:3).  Bahkan mereka pun membuat patung lembu emas untuk mereka sembah.  Akibatnya banyak yang tewas di padang gurun.  Mengapa mereka mengalami kebinasaan?  Karena mata mereka tidak tertuju kepada Tuhan dan tidak mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh, melainkan hanya mencari berkatNya saja.

     Bukankah keadaan ini tidak jauh berbeda dengan orang-orang Kristen di zaman ini?  Banyak yang beribadah ke gereja bukan untuk mencari Tuhan, tapi yang mereka cari adalah berkat-berkatNya saja.  Dan ketika belum mengalami berkat-berkat Tuhan mereka mudah kecewa dan tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. 

Arahkan pandangan kepada Tuhan dan utamakan Dia, pasti berkatNya tersedia bagi kita!

No comments:

Post a Comment