Friday, November 5, 2010

SI KAYA DAN LAZARUS YANG MISKIN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 November 2010 -

Baca: Lukas 16:19-31

"...Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk."  Lukas 16:25a

Kisah tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin ini menjadi peringatan bagi umat Tuhan di akhir zaman ini.  Banyak ayat dalam Alkitab begitu tegas menegur dan memperingatkan orang kaya.  Yesus berkata, "...sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  (Matius 19:23-24).

     Ternyata tidak mudah bagi orang kaya masuk sorga.  Bukan berarti orang kaya yang sudah menikmati banyak kesenangan di bumi tidak bisa menikmati sorga pula.  Orang-orang kaya yang hatinya hanya tertuju pada hartanya itulah yang menyulitkan mereka masuk sorga, seperti tertulis:  "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."  (Matius 6:21).  Orang kaya yang digambarkan dalam ayat nas di atas adalah orang kaya yang egois; hidupnya hanya berpusat pada diri sendiri dan tidak pernah berbuat baik, padahal Tuhan sudah memberi kesempatan kepadanya untuk berbuat baik yaitu melalui Lazarus yang sakit dan miskin, yang untuk makan saja mengharapkan sisa makanan dari orang kaya itu.  Karena penderitaan dan sakit penyakit Lazarus meninggal.  Orang kaya pun meninggal.  Tapi nasib keduanya jauh berbeda.  Lazarus yang mengalamai penderitaan di bumi memperoleh kemuliaan bersama Tuhan, karena meski di dunia menderita ia tidak melepaskan imannya kepada Tuhan sampai akhir.  Sebaliknya, orang kaya yang bergelimang harta saat di bumi harus mengalami penderitaan kekal, karena selama di bumi yang dipikirkannya hanyalah harta, harta dan harta.  Ia tidak memiliki belas kasih kepada orang miskin.

     Jadi, apalah artinya seseorang memiliki harta yang berlimpah-limpah bila akhirnya harus mengalami kebinasaan kekal?  Namun, miskin dan menderita di bumi juga bukanlah ukuran bagi seseorang bahwa ia akan masuk sorga, karena bila menolak anugerah dan keselamatan dari Tuhan ia pun akan binasa.  Sebab penghukuman kekal sudah tersedia bagi siapa pun (kaya atau miskin) yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. 

Ini peringatan bagi orang kaya: "...agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang..."  (1 Timotius 6:18-19).

No comments:

Post a Comment