Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Juni 2018
Baca: 1 Petrus 1:13-25
"tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," 1 Petrus 1:15
Salah satu tanggung jawab paling berat dalam hidup kristiani adalah hidup dalam kekudusan. Topik tentang kekudusan adalah hal yang paling tidak disukai dan juga sering dihindari oleh kebanyakan orang Kristen. Sebaliknya orang lebih berminat dan tertarik pada khotbah-khotbah atau pelajaran yang bertema berkat, mujizat, kesembuhan atau pemulihan; padahal kekudusan adalah kehendak Tuhan yang harus ditaati!
Kekudusan adalah standar hidup yang Tuhan tetapkan bagi orang percaya! Salah satu arti dari kata 'kudus' (bahasa Ibrani kadosh) adalah naik lebih tinggi. Artinya Tuhan memanggil orang percaya untuk hidup sesuai dengan standar-Nya, level hidup yang naik ke arah Kristus, yaitu hidup sebagaimana Kristus hidup. Tidak ada alasan atau dalih untuk hal itu! Sebab Tuhan sudah memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita, memampukan, menguatkan, mengajar dan menuntun kita kepada kebenaran (Yohanes 16:13); Tuhan juga sudah memberikan firman-Nya untuk menjadi pola hidup orang percaya. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16). Karena itu rasul Paulus menasihati, "...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14).
Di zaman sekarang ini kebanyakan orang lebih mengejar hal-hal yang bersifat duniawai: keberhasilan, kesuksesan, kekayaan, popularitas dan sebagainya. Demi mengejar kesemuanya itu mereka tidak lagi menempatkan perkara-perkara rohani sebagai hal yang utama, mengesampingkan perkara-perkara rohani. Padahal kalau kita mau sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan dan mengutamakan perkara-perkara yang dari Tuhan semua berkat pasti Tuhan sediakan bagi kita. Sesungguhnya kekudusan adalah kunci untuk mengalami berkat-berkat dari Tuhan. Tetapi banyak orang tidak mau tunduk pada pimpinan Roh Kudus, tidak mau menaati firman Tuhan dan memilih untuk mengikuti keinginan daging dengan segala hawa nafsunya. Inilah kehendak Tuhan bagi orang percaya: "...supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Efesus 1:4).
Berkat Tuhan tersedia bagi orang-orang yang hidup seturut kehendak-Nya!
Tuesday, June 5, 2018
Monday, June 4, 2018
BELAS KASIHAN TUHAN: Sanggup Menyembuhkan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juni 2018
Baca: Matius 14:13-21
"Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit." Matius 14:14
Jika sampai hari ini kita masih dapat bernafas, menghirup udara segar di pagi hari, diberi kesehatan tubuh, dan kembali beroleh kesempatan dari Tuhan untuk melakukan aktivitas dan mengerjakan semua yang telah dipercayakan-Nya, itu semata-mata karena anugerah Tuhan. "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23). Di sisi lain ada Saudara kita yang sedang terkulai lemah tak berdaya karena sakit-penyakit yang diderita. Hari-hari yang dijalaninya tampak kelabu dan sepertinya tertutup awan tebal. Hati kecilnya pun bertanya-tanya: masih adakah harapan baginya untuk melihat hari esok?
Di dalam Tuhan selalu ada harapan! Sebab kita punya Tuhan yang adalah Jehova Rapha, Tuhan Sang Penyembuh. Orang beroleh kesembuhan dari Tuhan bukan karena ia aktif dalam pelayanan, bukan karena ia berstatus orang kaya atau berpangkat, bukan karena ia memiliki wajah yang rupawan, bukan juga karena ia hebat dan pintar, melainkan karena belas kasihan Tuhan. Perhatikan dua kisah ini: ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan dan berserulah mereka kepada Tuhan: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" (Matius 20:30). Lalu, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan, "...lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia." (Matius 20:34). Juga, seorang sakit kusta datang kepada Tuhan dan berlutut di hadapan-Nya: "'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.' Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu... Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir." (Markus 1:40-42).
Belas kasihan Tuhan adalah pintu menuju kepada kesembuhan dan pemulihan. Mungkin bukan fisik kita yang sakit, tapi ekonomi kita sedang sakit, hubungan suami-isteri sedang sakit, pelayanan kita sedang sakit. Tak ada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan memohon belas kasihan-Nya.
"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Roma 9:15
Baca: Matius 14:13-21
"Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit." Matius 14:14
Jika sampai hari ini kita masih dapat bernafas, menghirup udara segar di pagi hari, diberi kesehatan tubuh, dan kembali beroleh kesempatan dari Tuhan untuk melakukan aktivitas dan mengerjakan semua yang telah dipercayakan-Nya, itu semata-mata karena anugerah Tuhan. "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23). Di sisi lain ada Saudara kita yang sedang terkulai lemah tak berdaya karena sakit-penyakit yang diderita. Hari-hari yang dijalaninya tampak kelabu dan sepertinya tertutup awan tebal. Hati kecilnya pun bertanya-tanya: masih adakah harapan baginya untuk melihat hari esok?
Di dalam Tuhan selalu ada harapan! Sebab kita punya Tuhan yang adalah Jehova Rapha, Tuhan Sang Penyembuh. Orang beroleh kesembuhan dari Tuhan bukan karena ia aktif dalam pelayanan, bukan karena ia berstatus orang kaya atau berpangkat, bukan karena ia memiliki wajah yang rupawan, bukan juga karena ia hebat dan pintar, melainkan karena belas kasihan Tuhan. Perhatikan dua kisah ini: ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan dan berserulah mereka kepada Tuhan: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" (Matius 20:30). Lalu, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan, "...lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia." (Matius 20:34). Juga, seorang sakit kusta datang kepada Tuhan dan berlutut di hadapan-Nya: "'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.' Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu... Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir." (Markus 1:40-42).
Belas kasihan Tuhan adalah pintu menuju kepada kesembuhan dan pemulihan. Mungkin bukan fisik kita yang sakit, tapi ekonomi kita sedang sakit, hubungan suami-isteri sedang sakit, pelayanan kita sedang sakit. Tak ada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan memohon belas kasihan-Nya.
"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Roma 9:15
Sunday, June 3, 2018
TUHAN SANGGUP PULIHKAN DERITAMU (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Juni 2018
Baca: Markus 5:25-34
"Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." Markus 5:29
Sekalipun usaha kerasnya selama ini menemui jalan buntu perempuan itu tak patah arang. Begitu mendengar Kristus sedang lewat perempuan itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Sekalipun fisiknya lemah dan Kristus sedang dikelilingi oleh kerumunan orang banyak perempuan itu terus berusaha menjamah jumbai jubah-Nya. Dengan penuh iman perempuan itu berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28).... dan mujizat terjadi! "Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." (ayat nas). Dahsyat!
Kristus biasanya menyembuhkan orang dengan perkataan-Nya atau melakukan penumpangan tangan atau jamahan tangan-Nya, tapi perempuan ini mengalami kesembuhan hanya dengan perantaraan jumbai jubah-Nya. Tindakan yang dilakukan oleh perempuan itu membuktikan bahwa ia memiliki iman yang luar biasa. Ada tertulis: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Tanpa iman tak mungkin orang berkenan kepada Tuhan (Ibrani 11:6). Artinya jika Tuhan tidak berkenan terhadap seseorang tak mungkin Dia akan bertindak dan menyatakan kuasa-Nya bagi orang tersebut. Berkatalah Tuhan kepada perempuan itu, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" (Markus 5:34).
Tanpa iman kita takkan mengalami dan merasakan bagaimana Tuhan bekerja secara dahsyat, seperti yang terjadi atas penduduk Nazaret. Sekalipun telah mendengar bagaimana Tuhan menyembuhkan segala penyakit dan melakukan banyak mujizat, orang-orang di Nazaret tak memercayai Dia dan menganggap bahwa Ia (Kristus) tak lebih dari anak tukang kayu, "Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ." (Matius 13:57a-58). Kristus tidak melakukan banyak mujizat di Nazaret bukan karena Dia tidak sanggup, tapi karena orang-orang Nazaret tidak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan menjadi penghalang untuk mengalami peertolongan Tuhan.
Iman yang teguh adalah pintu kepada kehidupan yang dipulihkan Tuhan!
Baca: Markus 5:25-34
"Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." Markus 5:29
Sekalipun usaha kerasnya selama ini menemui jalan buntu perempuan itu tak patah arang. Begitu mendengar Kristus sedang lewat perempuan itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Sekalipun fisiknya lemah dan Kristus sedang dikelilingi oleh kerumunan orang banyak perempuan itu terus berusaha menjamah jumbai jubah-Nya. Dengan penuh iman perempuan itu berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28).... dan mujizat terjadi! "Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." (ayat nas). Dahsyat!
Kristus biasanya menyembuhkan orang dengan perkataan-Nya atau melakukan penumpangan tangan atau jamahan tangan-Nya, tapi perempuan ini mengalami kesembuhan hanya dengan perantaraan jumbai jubah-Nya. Tindakan yang dilakukan oleh perempuan itu membuktikan bahwa ia memiliki iman yang luar biasa. Ada tertulis: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Tanpa iman tak mungkin orang berkenan kepada Tuhan (Ibrani 11:6). Artinya jika Tuhan tidak berkenan terhadap seseorang tak mungkin Dia akan bertindak dan menyatakan kuasa-Nya bagi orang tersebut. Berkatalah Tuhan kepada perempuan itu, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" (Markus 5:34).
Tanpa iman kita takkan mengalami dan merasakan bagaimana Tuhan bekerja secara dahsyat, seperti yang terjadi atas penduduk Nazaret. Sekalipun telah mendengar bagaimana Tuhan menyembuhkan segala penyakit dan melakukan banyak mujizat, orang-orang di Nazaret tak memercayai Dia dan menganggap bahwa Ia (Kristus) tak lebih dari anak tukang kayu, "Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ." (Matius 13:57a-58). Kristus tidak melakukan banyak mujizat di Nazaret bukan karena Dia tidak sanggup, tapi karena orang-orang Nazaret tidak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan menjadi penghalang untuk mengalami peertolongan Tuhan.
Iman yang teguh adalah pintu kepada kehidupan yang dipulihkan Tuhan!
Saturday, June 2, 2018
TUHAN SANGGUP PULIHKAN DERITAMU (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Juni 2018
Baca: Markus 5:25-34
"Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan." Markus 5:25
Tak seorang pun mau hidup dalam penderitaan, apalagi sampai sekian waktu lamanya. Penderitaan, kesesakan, masalah, tidak pernah datang dengan permisi, tapi tiba-tiba dan tak terduga waktunya. Sedikit saja mengalami masalah, orang bisa mengeluh, bersungut-sungut, menjerit, berteriak-teriak kepada Tuhan, meminta pertolongan secepatnya.
Ada seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya mengalami sakit pendarahan. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat dan ini sudah cukup menjelaskan kepada kita tentang penderitaan yang ia rasakan, apalagi di kalangan orang Yahudi pendarahan merupakan suatu hal yang najis. "Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis." (Imamat 15:25). Selain mengalami penderitaan fisik (keadaan yang semakin memburuk), perempuan ini juga harus mengalami penderitaan batin yang luar biasa karena semua orang pasti memandang rendah, menghindari, menjauhi dan mengucilkan dia. Bahkan pada zaman itu ada aturan bahwa orang yang sakit seperti ini harus diasingkan dan tidak boleh datang untuk beribadah (Bilangan 5:2-3).
Alkitab juga mencatat bahwa ketika mendatangi Kristus perempuan itu dalam keadaan miskin papa, karena harta bendanya sudah habis untuk biaya berobat kemana-mana dengan mendatangi banyak tabib, tapi tak membuahkan hasil. "Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya," (Markus 5:26). Kata 'berulang-ulang' menunjuk suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus dengan tiada mengenal lelah. Demi mendapatkan kesembuhan ia tidak lagi memperhitungkan berapa pun besar biaya yang harus dikeluarkan. Namun sekalipun mengalami penderitaan yang hebat perempuan ini tak berputus asa dan hilang pengharapan.
"Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?" Amsal 18:14
Baca: Markus 5:25-34
"Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan." Markus 5:25
Tak seorang pun mau hidup dalam penderitaan, apalagi sampai sekian waktu lamanya. Penderitaan, kesesakan, masalah, tidak pernah datang dengan permisi, tapi tiba-tiba dan tak terduga waktunya. Sedikit saja mengalami masalah, orang bisa mengeluh, bersungut-sungut, menjerit, berteriak-teriak kepada Tuhan, meminta pertolongan secepatnya.
Ada seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya mengalami sakit pendarahan. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat dan ini sudah cukup menjelaskan kepada kita tentang penderitaan yang ia rasakan, apalagi di kalangan orang Yahudi pendarahan merupakan suatu hal yang najis. "Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis." (Imamat 15:25). Selain mengalami penderitaan fisik (keadaan yang semakin memburuk), perempuan ini juga harus mengalami penderitaan batin yang luar biasa karena semua orang pasti memandang rendah, menghindari, menjauhi dan mengucilkan dia. Bahkan pada zaman itu ada aturan bahwa orang yang sakit seperti ini harus diasingkan dan tidak boleh datang untuk beribadah (Bilangan 5:2-3).
Alkitab juga mencatat bahwa ketika mendatangi Kristus perempuan itu dalam keadaan miskin papa, karena harta bendanya sudah habis untuk biaya berobat kemana-mana dengan mendatangi banyak tabib, tapi tak membuahkan hasil. "Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya," (Markus 5:26). Kata 'berulang-ulang' menunjuk suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus dengan tiada mengenal lelah. Demi mendapatkan kesembuhan ia tidak lagi memperhitungkan berapa pun besar biaya yang harus dikeluarkan. Namun sekalipun mengalami penderitaan yang hebat perempuan ini tak berputus asa dan hilang pengharapan.
"Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?" Amsal 18:14
Friday, June 1, 2018
KESEMBUHAN: Hak Orang Percaya
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Juni 2018
Baca: Yakobus 5:12-20
"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni." Yakobus 5:15
Apa pergumulan Saudara saat ini? Salah satu pergumulan berat manusia adalah sakit-penyakit. Seringkali sekian lamanya kita berdoa dan kita putus asa karena sakit kita belum juga sembuh. Jangan sekali-kali mencari pertolongan di luar Tuhan! Apapun situasinya jangan pernah berubah sikap, tetaplah setia menanti-nantikan pertolongan Tuhan.
Penulis mau beritahukan kepada Saudara bahwa kesembuhan adalah hak orang percaya. Alkitab menyatakan bahwa di atas kayu salib Kristus berkata, "Sudah selesai." (Yohanes 19:30). Artinya segala kelemahan, segala penyakit dan segala kutuk dosa sudah Kristus bereskan. "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17). Berharaplah kepada Tuhan dan imanilah bahwa "...kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:20). Jadi tubuh kita ini bukan tempat penyakit, melainkan tempat di mana kemuliaan Tuhan dinyatakan. Karena itu buang semua kebimbangan yang ada di dalam hati, sebab selama kita masih bimbang kita tidak akan pernah mengalami penggenapan janji Tuhan. "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yakobus 1:6-7). Beriman berarti percaya sekalipun kita belum melihat, meskipun kita belum mengalaminya.
Selain iman, kesembuhan sangat dipengaruhi oleh kesungguhan kita dalam melakukan firman Tuhan, sebab iman tanpa perbuatan (ketaatan) pada hakekatnya adalah mati. Kesembuhan juga dipengaruhi oleh doa kita. "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b). Doa harus diungkapkan dengan kata-kata! "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata" (2 Korintus 4:13). Banyak dari kita tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan karena kita sendiri tidak mau berdoa untuk sesuatu yang kita harapkan. (Yakobus 4:2b).
Tuhan adalah Tabib yang ajaib! Tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan-Nya!
Baca: Yakobus 5:12-20
"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni." Yakobus 5:15
Apa pergumulan Saudara saat ini? Salah satu pergumulan berat manusia adalah sakit-penyakit. Seringkali sekian lamanya kita berdoa dan kita putus asa karena sakit kita belum juga sembuh. Jangan sekali-kali mencari pertolongan di luar Tuhan! Apapun situasinya jangan pernah berubah sikap, tetaplah setia menanti-nantikan pertolongan Tuhan.
Penulis mau beritahukan kepada Saudara bahwa kesembuhan adalah hak orang percaya. Alkitab menyatakan bahwa di atas kayu salib Kristus berkata, "Sudah selesai." (Yohanes 19:30). Artinya segala kelemahan, segala penyakit dan segala kutuk dosa sudah Kristus bereskan. "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17). Berharaplah kepada Tuhan dan imanilah bahwa "...kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:20). Jadi tubuh kita ini bukan tempat penyakit, melainkan tempat di mana kemuliaan Tuhan dinyatakan. Karena itu buang semua kebimbangan yang ada di dalam hati, sebab selama kita masih bimbang kita tidak akan pernah mengalami penggenapan janji Tuhan. "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yakobus 1:6-7). Beriman berarti percaya sekalipun kita belum melihat, meskipun kita belum mengalaminya.
Selain iman, kesembuhan sangat dipengaruhi oleh kesungguhan kita dalam melakukan firman Tuhan, sebab iman tanpa perbuatan (ketaatan) pada hakekatnya adalah mati. Kesembuhan juga dipengaruhi oleh doa kita. "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b). Doa harus diungkapkan dengan kata-kata! "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata" (2 Korintus 4:13). Banyak dari kita tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan karena kita sendiri tidak mau berdoa untuk sesuatu yang kita harapkan. (Yakobus 4:2b).
Tuhan adalah Tabib yang ajaib! Tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan-Nya!
Thursday, May 31, 2018
KEROHANIAN SEHAT: Terima Ajaran Sehat
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Mei 2018
Baca: Titus 2:1-10
"Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:" Titus 2:1
Agar tumbuh sehat dan berkembang dengan baik tubuh jasmani kita membutuhkan makanan yang sehat. Definisi makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan gizi yang seimbang, atau mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh. Menu makanan sehat seharusnya kaya akan unsur zat gizi seperti karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan sedikit lemak tak jenuh, atau lebih tepatnya disingkat dengan nama menu 4 sehat 5 sempurna.
Demikian juga manusia rohani kita membutuhkan makanan 'rohani' yang sehat pula. Ada tertulis: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Makanan rohani itu berupa: firman Tuhan, keintiman personal (hubungan pribadi dengan Tuhan), keintiman korporat (hubungan dengan Tuhan secara berjemaat) melalui ibadah dan persekutuan, dan juga ajaran yang sehat. Jika hal-hal tersebut tidak terpenuhi secara seimbang maka manusia 'rohani' kita tidak bisa bertumbuh dengan baik dan sehat. Apakah ada ajaran yang tidak sehat? Banyak sekali. Ajaran yang tidak sehat adalah ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Injil Kristus! Sekalipun kita menjadi Kristen selama bertahun-tahun, jika ajaran yang kita terima adalah ajaran yang tidak sehat, maka kerohanian kita akan tetap jalan di tempat alias kerdil. Sedikit saja mengalami masalah atau kesulitan, iman mudah sekali goyah dan langsung menyalahkan Tuhan. Mengapa? Karena mereka sering mendengar ajaran yang tidak sehat, yang mengatakan bahwa mengikut Tuhan pasti terbebas dari masalah. Tuhan tidak berjanji demikian, tapi Ia menjanjikan pertolongan, kelepasan dan jalan keluar untuk setiap masalah yang kita alami. Pemazmur menulis: "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34:20).
Ajaran tidak sehat lain mengatakan bahwa mengikut Tuhan itu tak perlu membayar harga. Tuhan berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:14). Jelas sekali bahwa mengikut Tuhan itu ada yang harus dikorbankan: segala keinginan daging harus disalibkan. Kita harus keluar dari comfort zone dan taat mengikut kehendak Tuhan.
Ajaran yang meninabobokan adalah penghambat utama menuju kedewasaan iman!
Baca: Titus 2:1-10
"Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:" Titus 2:1
Agar tumbuh sehat dan berkembang dengan baik tubuh jasmani kita membutuhkan makanan yang sehat. Definisi makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan gizi yang seimbang, atau mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh. Menu makanan sehat seharusnya kaya akan unsur zat gizi seperti karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan sedikit lemak tak jenuh, atau lebih tepatnya disingkat dengan nama menu 4 sehat 5 sempurna.
Demikian juga manusia rohani kita membutuhkan makanan 'rohani' yang sehat pula. Ada tertulis: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Makanan rohani itu berupa: firman Tuhan, keintiman personal (hubungan pribadi dengan Tuhan), keintiman korporat (hubungan dengan Tuhan secara berjemaat) melalui ibadah dan persekutuan, dan juga ajaran yang sehat. Jika hal-hal tersebut tidak terpenuhi secara seimbang maka manusia 'rohani' kita tidak bisa bertumbuh dengan baik dan sehat. Apakah ada ajaran yang tidak sehat? Banyak sekali. Ajaran yang tidak sehat adalah ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Injil Kristus! Sekalipun kita menjadi Kristen selama bertahun-tahun, jika ajaran yang kita terima adalah ajaran yang tidak sehat, maka kerohanian kita akan tetap jalan di tempat alias kerdil. Sedikit saja mengalami masalah atau kesulitan, iman mudah sekali goyah dan langsung menyalahkan Tuhan. Mengapa? Karena mereka sering mendengar ajaran yang tidak sehat, yang mengatakan bahwa mengikut Tuhan pasti terbebas dari masalah. Tuhan tidak berjanji demikian, tapi Ia menjanjikan pertolongan, kelepasan dan jalan keluar untuk setiap masalah yang kita alami. Pemazmur menulis: "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34:20).
Ajaran tidak sehat lain mengatakan bahwa mengikut Tuhan itu tak perlu membayar harga. Tuhan berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:14). Jelas sekali bahwa mengikut Tuhan itu ada yang harus dikorbankan: segala keinginan daging harus disalibkan. Kita harus keluar dari comfort zone dan taat mengikut kehendak Tuhan.
Ajaran yang meninabobokan adalah penghambat utama menuju kedewasaan iman!
Wednesday, May 30, 2018
KRISTUS SANG PENYEMBUH
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Mei 2018
Baca: Matius 8:1-7
"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Matius 8:17
Awal pasal 8 ini menceritakan tentang empat peristiwa penyembuhan yang Kristus lakukan. Di antaranya adalah Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta (Matius 8:1-4), Kristus menyembuhkan hamba seorang perwira yang menderita lumpuh (Matius 8:5-13), Kristus menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam (Matius 8:14-15), dan Kristus menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat dan menderita berbagai penyakit (Matius 8:16). Peristiwa-peristiwa ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Kristus adalah Sang Penyembuh segala penyakit. Bukti bahwa Dia adalah Tabib yang ajaib, Dokter di atas segala dokter. Bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!
Pengorbanan Kristus di atas kayu salib memberikan jaminan keselamatan, kelepasan dan kesembuhan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, karena semua belenggu dan kutuk dosa telah dipatahkan-Nya. Ini merupakan penggenapan dari apa yang dinubuatkan Yesaya: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya," (Yesaya 53:3-4). Tetapi banyak orang menganggap mujizat kesembuhan yang Kristus perbuat di masa pelayanan-Nya di bumi itu sebagai cerita usang. Mereka menganggap itu sudah tidak relevan lagi dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang, sehingga mereka pun berpikir kesembuhan hanya dapat diperoleh melalui penanganan medis atau dokter.
Ingatlah bahwa Tuhan yang telah menyembuhkan orang yang sakit kusta, yang membuat orang lumpuh berjalan, yang mencelikkan orang yang buta, yang menyembuhkan wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun adalah Tuhan yang sama yang juga akan memberikan kesembuhan bagi kita pada masa sekarang ini, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah, dahulu sekarang dan sampai selama-lamanya! (Ibrani 13:8). Tuhan bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit apa saja, tapi Ia juga mau menyembuhkan kita.
Kristus berkata, "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Markus 9:23
Baca: Matius 8:1-7
"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Matius 8:17
Awal pasal 8 ini menceritakan tentang empat peristiwa penyembuhan yang Kristus lakukan. Di antaranya adalah Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta (Matius 8:1-4), Kristus menyembuhkan hamba seorang perwira yang menderita lumpuh (Matius 8:5-13), Kristus menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam (Matius 8:14-15), dan Kristus menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat dan menderita berbagai penyakit (Matius 8:16). Peristiwa-peristiwa ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Kristus adalah Sang Penyembuh segala penyakit. Bukti bahwa Dia adalah Tabib yang ajaib, Dokter di atas segala dokter. Bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!
Pengorbanan Kristus di atas kayu salib memberikan jaminan keselamatan, kelepasan dan kesembuhan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, karena semua belenggu dan kutuk dosa telah dipatahkan-Nya. Ini merupakan penggenapan dari apa yang dinubuatkan Yesaya: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya," (Yesaya 53:3-4). Tetapi banyak orang menganggap mujizat kesembuhan yang Kristus perbuat di masa pelayanan-Nya di bumi itu sebagai cerita usang. Mereka menganggap itu sudah tidak relevan lagi dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang, sehingga mereka pun berpikir kesembuhan hanya dapat diperoleh melalui penanganan medis atau dokter.
Ingatlah bahwa Tuhan yang telah menyembuhkan orang yang sakit kusta, yang membuat orang lumpuh berjalan, yang mencelikkan orang yang buta, yang menyembuhkan wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun adalah Tuhan yang sama yang juga akan memberikan kesembuhan bagi kita pada masa sekarang ini, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah, dahulu sekarang dan sampai selama-lamanya! (Ibrani 13:8). Tuhan bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit apa saja, tapi Ia juga mau menyembuhkan kita.
Kristus berkata, "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Markus 9:23
Tuesday, May 29, 2018
KRISTUS PEMBERI KELIMPAHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Mei 2018
Baca: Yohanes 10:1-10
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Yohanes 10:10b
Ketika mendengar kata kelimpahan seringkali pikiran kita langsung tertuju kepada uang atau kekayaan. Padahal yang dimaksud kelimpahan di sini bukan cuma soal uang atau kekayaaan, tapi meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, yang di dalamnya termasuk bagaimana orang dapat memiliki kehidupan yang berkualitas dan berdampak.
Alkitab menyatakan Tuhan berjanji kepada Abraham: "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2-3). Suatu janji yang luar biasa karena janji tersebut disampaikan Tuhan sendiri kepada Abraham yang dikenal sebagai bapa orang percaya. Apakah janji berkat Tuhan kepada Abraham ini juga berlaku bagi kita yang hidup di zaman sekarang? Rasul Paulus menulis: "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Galatia 3:26-29). Artinya saat kita percaya kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita adalah keturunan Abraham, sehingga kita pun berhak untuk mengalami penggenapan janji Tuhan ini.
Perhatikan! Tuhan menjanjikan hidup berkelimpahan kepada Abraham dengan satu tujuan, yaitu supaya semua bangsa mendapatkan berkat. Dengan kata lain Tuhan mau memakai Abraham menjadi saluran berkat, begitu pula kita, Firman-Nya berkata: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." (Lukas 6:38).
Bagian Tuhan adalah melimpahkan berkat, bagian kita adalah taat untuk menjadi saluran berkat-Nya!
Baca: Yohanes 10:1-10
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Yohanes 10:10b
Ketika mendengar kata kelimpahan seringkali pikiran kita langsung tertuju kepada uang atau kekayaan. Padahal yang dimaksud kelimpahan di sini bukan cuma soal uang atau kekayaaan, tapi meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, yang di dalamnya termasuk bagaimana orang dapat memiliki kehidupan yang berkualitas dan berdampak.
Alkitab menyatakan Tuhan berjanji kepada Abraham: "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2-3). Suatu janji yang luar biasa karena janji tersebut disampaikan Tuhan sendiri kepada Abraham yang dikenal sebagai bapa orang percaya. Apakah janji berkat Tuhan kepada Abraham ini juga berlaku bagi kita yang hidup di zaman sekarang? Rasul Paulus menulis: "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Galatia 3:26-29). Artinya saat kita percaya kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita adalah keturunan Abraham, sehingga kita pun berhak untuk mengalami penggenapan janji Tuhan ini.
Perhatikan! Tuhan menjanjikan hidup berkelimpahan kepada Abraham dengan satu tujuan, yaitu supaya semua bangsa mendapatkan berkat. Dengan kata lain Tuhan mau memakai Abraham menjadi saluran berkat, begitu pula kita, Firman-Nya berkata: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." (Lukas 6:38).
Bagian Tuhan adalah melimpahkan berkat, bagian kita adalah taat untuk menjadi saluran berkat-Nya!
Monday, May 28, 2018
IBLIS PERUSAK MANUSIA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Mei 2018
Baca: Yohanes 10:1-10
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;" Yohanes 10:10a
Ada banyak sebutan bagi Iblis: selain sebagai bapa pendusta, seperti tertulis: "Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44), Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa (ayat nas). Artinya tidak ada sesuatu pun yang baik dalam diri Iblis, semuanya adalah jahat adanya.
Rancangan Iblis hanya bertujuan untuk merusak, menghancurkan dan membinasakan kehidupan manusia. Berhati-hatilah, karena iblis terus bekerja sampai hari ini, ia terus "...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Tragisnya, manusia memilih berkompromi dan menjalin persahabatan dengan Iblis, padahal mereka tahu bahwa segala yang Iblis perbuat adalah semata-mata untuk merusak kehidupan manusia. Salah satunya adalah merusak masa depan! Dengan tipu muslihatnya Iblis menawarkan sebuah paket yang dikemas sedemikian rupa, yang tampak menggiurkan dan menjanjikan kenikmatan, padahal di dalamnya ada jebakan yang mematikan. Narkoba dan seks bebas adalah sesuatu yang sedang gencar-gencarnya ditawarkan oleh Iblis, dan banyak orang masuk dalam perangkapnya. Mereka dibuat kecanduan dan sulit melepaskan diri! Bahkan mereka menganggap bahwa mengonsumsi narkoba dan terlibat seks bebas adalah gaya hidup kekinian, kalau tidak turut ambil bagian, malu dicap out of date (kuno). Mereka tidak sadar, diawali dengan kenikmatan sesaat, seseorang sedang dituntun kepada kehancuran.
Karena narkoba dan seks bebas mereka harus menelan pil pahit: studi berantakan, karir yang sudah dirintis dengan susah payah menjadi hancur, dan masa depan menjadi suram dibuatnya. Akibatnya dosa dan pelanggaran, orang semakin terpisah dari Tuhan; dan jika hubungan dengan Tuhan menjadi rusak berarti menutup pintu-pintu berkat... yang ada tinggallah kehancuran, kegagalan dan penderitaan. Inilah yang Iblis sukai!
Jangan sekali-kali membuka celah bagi Iblis, kita akan menyesal kemudian hari, karena Iblis hanya mau merusak dan menghancurkan hidup kita!
Baca: Yohanes 10:1-10
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;" Yohanes 10:10a
Ada banyak sebutan bagi Iblis: selain sebagai bapa pendusta, seperti tertulis: "Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44), Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa (ayat nas). Artinya tidak ada sesuatu pun yang baik dalam diri Iblis, semuanya adalah jahat adanya.
Rancangan Iblis hanya bertujuan untuk merusak, menghancurkan dan membinasakan kehidupan manusia. Berhati-hatilah, karena iblis terus bekerja sampai hari ini, ia terus "...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Tragisnya, manusia memilih berkompromi dan menjalin persahabatan dengan Iblis, padahal mereka tahu bahwa segala yang Iblis perbuat adalah semata-mata untuk merusak kehidupan manusia. Salah satunya adalah merusak masa depan! Dengan tipu muslihatnya Iblis menawarkan sebuah paket yang dikemas sedemikian rupa, yang tampak menggiurkan dan menjanjikan kenikmatan, padahal di dalamnya ada jebakan yang mematikan. Narkoba dan seks bebas adalah sesuatu yang sedang gencar-gencarnya ditawarkan oleh Iblis, dan banyak orang masuk dalam perangkapnya. Mereka dibuat kecanduan dan sulit melepaskan diri! Bahkan mereka menganggap bahwa mengonsumsi narkoba dan terlibat seks bebas adalah gaya hidup kekinian, kalau tidak turut ambil bagian, malu dicap out of date (kuno). Mereka tidak sadar, diawali dengan kenikmatan sesaat, seseorang sedang dituntun kepada kehancuran.
Karena narkoba dan seks bebas mereka harus menelan pil pahit: studi berantakan, karir yang sudah dirintis dengan susah payah menjadi hancur, dan masa depan menjadi suram dibuatnya. Akibatnya dosa dan pelanggaran, orang semakin terpisah dari Tuhan; dan jika hubungan dengan Tuhan menjadi rusak berarti menutup pintu-pintu berkat... yang ada tinggallah kehancuran, kegagalan dan penderitaan. Inilah yang Iblis sukai!
Jangan sekali-kali membuka celah bagi Iblis, kita akan menyesal kemudian hari, karena Iblis hanya mau merusak dan menghancurkan hidup kita!
Sunday, May 27, 2018
JANGAN LAKUKAN PERZINAHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Mei 2018
Baca: Yeremia 3:1-5
"Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN." Yeremia 3:1b
Jika diperhatikan, salah satu jenis dosa yang kian merajalela di zaman sekarang ini adalah perzinahan. Di surat kabar, layar televisi atau medsos, berita-berita tentang perzinahan menjadi menu utama sehari-hari. Secara garis besar perzinahan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perzinahan rohani dan perzinahan jasmani (tubuh).
Latar belakang pembacaan firman Tuhan hari ini adalah tentang pengkhianatan bangsa Israel terhadap Tuhan karena mereka telah melakukan perzinahan rohani. Hati bangsa ini telah mendua dan bahkan telah berpaling dari Tuhan, lalu mengikatkan diri pada penyembahan-penyembahan berhala atau berpaut pada allah-allah asing. Sesungguhnya mereka telah diperingatkan: "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu." (Keluaran 34:14), tapi peringatan Tuhan ini dianggap angin lalu dan dilanggarnya. Hal itu menimbulkan kecemburuan Tuhan. "...mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka." (Mazmur 78:58). Fenomena ini juga terjadi di kalangan orang percaya! Sering dijumpai seseorang yang sudah percaya Kristus (Kristen), tapi juga masih percaya kepada ramalan-ramalan bintang, shio, fengsui, tarot. Ketika mengalami masalah yang berat mereka tidak sabar menanti pertolongan dari Tuhan, lalu mencari pertolongan kepada orang pintar, dukun atau kuasa-kuasa gelap. Apa yang mereka perbuat adalah sebuah bentuk perzinahan rohani. Itu sebuah pengkhianatan terhadap Tuhan!
Pula, tipu daya nafsu seks menjadi senjata Iblis untuk menyeret manusia di masa sekarang ini. Perzinahan jasmani (tubuh) sedang marak terjadi: selingkuh, penyimpangan seks, LGBT, pemerkosaan, pelecehan seks, pesta seks, telepon seks atau video call seks. Rasul Paulus memperingatkan, "...tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu," (1 Korintus 6:19). Jadi, "...tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh." (1 Korintus 6:13b).
"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" 1 Korintus 6:20
Baca: Yeremia 3:1-5
"Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN." Yeremia 3:1b
Jika diperhatikan, salah satu jenis dosa yang kian merajalela di zaman sekarang ini adalah perzinahan. Di surat kabar, layar televisi atau medsos, berita-berita tentang perzinahan menjadi menu utama sehari-hari. Secara garis besar perzinahan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perzinahan rohani dan perzinahan jasmani (tubuh).
Latar belakang pembacaan firman Tuhan hari ini adalah tentang pengkhianatan bangsa Israel terhadap Tuhan karena mereka telah melakukan perzinahan rohani. Hati bangsa ini telah mendua dan bahkan telah berpaling dari Tuhan, lalu mengikatkan diri pada penyembahan-penyembahan berhala atau berpaut pada allah-allah asing. Sesungguhnya mereka telah diperingatkan: "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu." (Keluaran 34:14), tapi peringatan Tuhan ini dianggap angin lalu dan dilanggarnya. Hal itu menimbulkan kecemburuan Tuhan. "...mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka." (Mazmur 78:58). Fenomena ini juga terjadi di kalangan orang percaya! Sering dijumpai seseorang yang sudah percaya Kristus (Kristen), tapi juga masih percaya kepada ramalan-ramalan bintang, shio, fengsui, tarot. Ketika mengalami masalah yang berat mereka tidak sabar menanti pertolongan dari Tuhan, lalu mencari pertolongan kepada orang pintar, dukun atau kuasa-kuasa gelap. Apa yang mereka perbuat adalah sebuah bentuk perzinahan rohani. Itu sebuah pengkhianatan terhadap Tuhan!
Pula, tipu daya nafsu seks menjadi senjata Iblis untuk menyeret manusia di masa sekarang ini. Perzinahan jasmani (tubuh) sedang marak terjadi: selingkuh, penyimpangan seks, LGBT, pemerkosaan, pelecehan seks, pesta seks, telepon seks atau video call seks. Rasul Paulus memperingatkan, "...tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu," (1 Korintus 6:19). Jadi, "...tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh." (1 Korintus 6:13b).
"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" 1 Korintus 6:20
Saturday, May 26, 2018
DOSA MEMIKAT HATI
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Mei 2018
Baca: Yakobus 1:12-18
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." Yakobus 1:14-15
Tidak ada orang yang mendadak jatuh ke dalam dosa tanpa melalui proses atau tahapan. Dosa masuk ke dalam hidup seseorang melalui proses yang seringkali tidak disadari. Alih-alih mengakui dengan jujur bahwa ia telah melakukan dosa, orang berkilah, mencari alasan, menyalahkan situasi atau keadaan, menyalahkan orang lain, dan bahkan berani menyalahkan Tuhan. Ketika memakan buah terlarang, Adam dan Hawa berdalih dan saling melempar tanggung jawab ketika ditanya Tuhan. "Manusia itu menjawab: 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.' Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: 'Apakah yang telah kauperbuat ini?' Jawab perempuan itu: 'Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.'" (Kejadian 3:12-13).
Penyebab dari dosa adalah keinginan-keinginan manusia sendiri, sedangkan Iblis adalah si pemicu yaitu menggoda manusia. Iblis selalu mencari celah kelemahan seseorang dengan menggunakan situasi, orang lain, uang atau materi untuk menggoda. Pada saat godaan datang, keputusan dan pilihan ada pada kita sendiri, apakah kita akan menerima hal-hal yang ditawarkan oleh Iblis tersebut, atau kita bersikap tegas untuk menolaknya. Kalau kita menerima dan terus mengimajinasi apa yang ditawarkan Iblis, maka keinginan-keinginan kita akan menjadi semakin kuat. Akhirnya kita terpikat dan terseret untuk mewujudkan keinginan-keinginan tersebut dan menghasilkan buah dosa.
Yakobus mengatakan bahwa dosa yang dilakukan secara berulang-ulang (matang) akan mengakibatkan maut atau kematian. Sukacita menjadi mati, harapan menjadi mati, pintu berkat menjadi tertutup, dan sebagainya. Jalan keluarnya? Kita harus mengatasi godaan sejak awal, ketika imajinasi yang salah itu muncul. "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka)." (Kolose 3:5-6).
Berjaga-jaga dalam doa adalah langkah awal agar terhindar dari pencobaan!
Baca: Yakobus 1:12-18
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." Yakobus 1:14-15
Tidak ada orang yang mendadak jatuh ke dalam dosa tanpa melalui proses atau tahapan. Dosa masuk ke dalam hidup seseorang melalui proses yang seringkali tidak disadari. Alih-alih mengakui dengan jujur bahwa ia telah melakukan dosa, orang berkilah, mencari alasan, menyalahkan situasi atau keadaan, menyalahkan orang lain, dan bahkan berani menyalahkan Tuhan. Ketika memakan buah terlarang, Adam dan Hawa berdalih dan saling melempar tanggung jawab ketika ditanya Tuhan. "Manusia itu menjawab: 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.' Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: 'Apakah yang telah kauperbuat ini?' Jawab perempuan itu: 'Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.'" (Kejadian 3:12-13).
Penyebab dari dosa adalah keinginan-keinginan manusia sendiri, sedangkan Iblis adalah si pemicu yaitu menggoda manusia. Iblis selalu mencari celah kelemahan seseorang dengan menggunakan situasi, orang lain, uang atau materi untuk menggoda. Pada saat godaan datang, keputusan dan pilihan ada pada kita sendiri, apakah kita akan menerima hal-hal yang ditawarkan oleh Iblis tersebut, atau kita bersikap tegas untuk menolaknya. Kalau kita menerima dan terus mengimajinasi apa yang ditawarkan Iblis, maka keinginan-keinginan kita akan menjadi semakin kuat. Akhirnya kita terpikat dan terseret untuk mewujudkan keinginan-keinginan tersebut dan menghasilkan buah dosa.
Yakobus mengatakan bahwa dosa yang dilakukan secara berulang-ulang (matang) akan mengakibatkan maut atau kematian. Sukacita menjadi mati, harapan menjadi mati, pintu berkat menjadi tertutup, dan sebagainya. Jalan keluarnya? Kita harus mengatasi godaan sejak awal, ketika imajinasi yang salah itu muncul. "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka)." (Kolose 3:5-6).
Berjaga-jaga dalam doa adalah langkah awal agar terhindar dari pencobaan!
Subscribe to:
Comments (Atom)