Tuesday, October 13, 2020

PENDERITAAN: Sarana Untuk Memurnikan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Oktober 2020

Baca:  1 Petrus 2:18-25

"Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung."  1 Petrus 2:19

Selama menjalani hari-hari di dunia ini tak seorang pun dapat melepaskan diri dari masalah, krisis, sakit-penyakit, kesukaran, tekanan dan sebagainya.  Bagaimanapun juga hal-hal itu adalah bagian dari kehidupan manusia.  Musa menyebutkan bahwa kesukaran dan penderitaan adalah kebanggaan hidup manusia  (Mazmur 90:10).  Sesungguhnya semua orang takkan pernah rela hati mengalami masalah, walau kenyataannya hampir semua orang pasti pernah mengalami semuanya itu.  Masalah dan penderitaan itu datang bukan karena dicari, bahkan bisa saja datang tiba-tiba tanpa diundang sekalipun kita sudah berusah untuk lari menghindarinya, namun pada akhirnya datang dan melanda hidup kita.

     Rasul Petrus menyatakan,  "Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?"  (1 Petrus 2:20), namun jika kita sudah berbuat baik dan melakukan kebenaran tapi harus menderita, itu adalah kasih karunia.  Jadi bila kita diijinkan mengalami masalah dan penderitaan, sekalipun kita sudah hidup dalam kebenaran, itu artinya Tuhan punya maksud, yaitu menaikkan level iman, memroses dan memurnikan hidup kita, hingga kehendak dan rencana-Nya digenapi dalam hidup kita:  "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."  (2 Timotius 2:21).  Karena itu tetaplah mengucap syukur dalam segala hal!  Tetapi kita harus ingat juga bahwa masalah dan penderitaan bisa terjadi karena serangan dari Iblis, karena dia datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan  (Yohanes 10:10a).  Dalam situasi ini, tidak ada jalan lain selain kita harus melawannya dengan iman yang teguh  (1 Petrus 5:9).

     Kita harus percaya bahwa Tuhan pasti menjaga dan memelihara hidup kita, kecuali jika ada celah yang terbuka bagi Iblis, yaitu dosa dan pelanggaran kita sendiri.  Ketidaktaatan selalu mendatangkan akibat!  Jika kita tidak segera bertobat, Iblis akan masuk, menyerang dan menguasai kita, penderitaan pun harus kita alami.

Menanggung penderitaan karena hidup dalam kebenarana dalah jalan menuju kepada hidup yang dimuliakan, sebab tanpa salib tak ada kemuliaan!

Monday, October 12, 2020

KESABARAN TUHAN: Kesempatan Bagi Kita

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 Oktober 2020

Baca:  2 Petrus 3:1-16

"Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia."  2 Petrus 3:14

Rasul Petrus memperingatkan orang percaya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.  Tujuan Tuhan datang ke dunia nanti adalah untuk menghakimi dan menghukum orang-orang yang berdosa:  bukan saja mereka yang melakukan kejahatan, namun juga mereka yang menolak karya keselamatan-Nya.  Selain itu kedatangan Tuhan nanti juga untuk memberikan upah kepada orang percaya yang setia sampai akhir dan tekun melayani pekerjaan-Nya!  Dengan kata lain, jerih lelah kita dalam melayani pekerjaan Tuhan, diperhitungkan-Nya!  Kedatangan Kristus kali yang kedua itu bukan dongeng, bukan tafsiran, bukan khayalan, namun suatu yang pasti!  Tuhan sendiri menegaskan,  "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."  (Yohanes 14:3).

     Bila kita peka rohani kita pasti memahami bahwa tanda-tanda kedatangan Tuhan satu persatu sudah digenapi  (Matius 24:3-14).  Mari pergunakan kesempatan yang ada untuk kita lebih bersungguh-sungguh di dalam mengerjakan perkara-perkara rohani, mengejar perkenanan Tuhan dan berjuang bagaimana supaya kehidupan kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda  (1 Petrus 3:14-15).  Bagaimana caranya?  Jauhkan diri dari segala bentuk kecemaran, sebab Tuhan  "...memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."  (1 Tesalonika 4:7).  Rasul Paulus mengingatkan bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan usaha kita  (Efesus 2:8, 9), tetapi untuk mengerjakan keselamatan dan punya kehidupan tak bercacat cela, menuntut usaha dan kerja keras kita.  Rasul Petrus mengatakan,  "Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat..."  (2 Petrus 3:15).

     Kalau sampai detik hari ini Tuhan belum juga datang ke dunia untuk menjemput kita, bukan berarti Dia lalai, bukan berarti Dia ingkar, bukan berarti apa yang tertulis di Alkitab itu salah, justru ini kesempatan bagi kita mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Tak ingin tertinggal?  Siapkan diri menyambut Hari Tuhan dengan hidup benar!