Thursday, October 1, 2020

TANDA KITA MILIK TUHAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Oktober 2020

Baca:  Galatia 5:16-26

"Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."  Galatia 5:24

Sebagai orang percaya hidup kita milik Kristus,  "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar"  (1 Korintus 6:20a),  "...bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."  (1 Petrus 1:18-19).

     Karena kita ini milik Kristus maka kita harus memiliki kehidupan yang berbeda dengan orang-orang dunia.  Jadi harus ada tanda yang menunjukkan bahwa kita ini milik Tuhan sebagaimana yang rasul Paulus katakan,  "...pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus."  (Galatia 6:17).  Pada masa-masa akhir Tuhan akan mengadakan pemisahan antara orang benar dan orang fasik, antara gandum dan ilalang.  Oleh karena itu kita harus menunjukkan kualitas hidup yang berbeda dengan dunia sebagai tanda bahwa kita adalah milik Tuhan.  Ayat nas menyatakan bahwa menjadi milik Kristus berarti kita telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.  Tanda nyata kita menjadi milik Tuhan adalah melalui:  1.  Perkataan kita.  Berhati-hatilah dengan perkataan kita, sebab  "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."  (Amsal 18:21).  Apa yang keluar dari mulut kita haruslah perkataan yang selaras dengan firman Tuhan:  "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."  (Efesus 4:29).  Oleh karena itu kita harus bisa menahan dan menjaga lidah kita, sebab dalam banyak bicara ada banyak pelanggaran  (Amsal 10:19).  Kita harus bisa menjadi orang yang bijak!  "...orang bijak dipelihara oleh bibirnya." (Amsal 14:3).  Bagaimana perkataan Saudara?  Di mana pun dan kapan pun kita tak boleh menahan ucapan untuk tidak memberitakan firman Tuhan, bersaksi tentang kebaikan Tuhan, menginjil.

     2.  Perbuatan kita.  Kita ini surat Kristus yang terbuka, bisa dibaca semua orang.  Perbuatan kita harus meneladani kehidupan-Nya:  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).

Tanda seorang menjadi milik Tuhan terlihat dari praktik hidupnya sehari-hari!

Wednesday, September 30, 2020

SEORANG PEMENANG: Di Taman Firdaus

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 September 2020

Baca:  Wahyu 2:1-7

"Barang siapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus..."  Wahyu 2:7

Di kitab Perjanjian Lama yang dimaksud dengan  'Taman Firdaus'  adalah Taman Eden, suatu tempat di mana manusia pertama  (Adam dan Hawa)  ditempatkan oleh Tuhan.  Di tengah-tengah Taman Eden ini ada sebuah pohon yang disebut pohon kehidupan dan Tuhan melarang manusia untuk makan buah pohon tersebut  (Kejadian 2:9).  Oleh karena tipu daya dan hasutan Iblis, Hawa dan suaminya  (Adam)  melanggar apa yang Tuhan sudah firmankan, yaitu makan buah pengetahuan dari pohon itu.  Akhirnya manusia pun jatuh ke dalam dosa dan sebagai akibatnya, mereka terusir ke luar dari Taman Eden!

     Ada pun  'Taman Firdaus'  yang dimaksudkan oleh ayat nas di atas adalah suatu tempat yang Tuhan sediakan bagi orang-orang percaya yang setia sampai akhir hidupnya.  Di Taman Firdaus  (sorga)  ini tidak ada lagi tangis dan dukacita!  Selain setia, mereka adalah orang-orang yang tampil sebagai pemenang!  Kata  'menang'  berarti mereka sudah mampu mengalahkan musuh di medan peperangan, melewati perjuangan, atau perlombaan iman.  Alkitab menegaskan bahwa hanya orang-orang yang menanglah yang akan berada di Taman Firdaus  (sorga):  menang atas pergumulan melawan dosa  (mengalahkan kedagingan), menang dalam perjuangannya menjaga kekudusan hidup.  Tetapi mereka yang tidak setia kepada Tuhan, mereka yang gagal dalam perlombaan iman, mereka yang gagal mengalahkan keinginan dosa  (hidup menuruti hawa nafasu dan keinginan daging), tidak berhak untuk menikmati Taman Firadaus yang Tuhan sediakan.

     Yang pasti untuk bisa memasuki Taman Firdaus dan menikmati  'pohon kehidupan'  Tuhan, ada harga yang harus dibayar!  Kita harus bekerja keras:  "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;"  (Yohanes 6:27)  dan hidup meneladani Kristus:  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).  Hidup meneladani Kristus berarti hidup dalam kekudusan:  "hendaklah kamu menjadi kudus...seperti Dia yang kudus...Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:15-16)

Taman Firdaus disediakan untuk orang-orang yang hidup berkenan kepada Tuhan!