Wednesday, September 23, 2020

BERPEGANG PADA FIRMAN: Kunci Menjaga Pikiran

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 September 2020

Baca:  Filipi 4:2-9

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."  Filipi 4:6

Rasul Paulus menasihati jemaat di Filipi agar mereka selalu menjaga pikiran, sebab pikiran adalah medan peperangan yang sesungguhnya.  Ada tertulis:  "For as he thinks in his heart, so [is] he." (Proverbs 23:7, NKJV), artinya:  "sebagaimana dia berpikir dalam hatinya, demikianlah dia."  Jadi pikiran kita akan membentuk kehidupan kita, pikiran memimpin seluruh tindakan kita;  tindakan kita adalah refleksi pikiran kita.  Karena itu kita harus menjaga pikiran sedemikian rupa agar tetap berisikan hal-hal yang benar dan positif.

     Salah satu ciri orang yang berpikiran positif adalah tetap bersukacita di segala keadaan:  "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"  (Filipi 4:4).  Bersukacita bukanlah sekedar saran atau himbauan, melainkan suatu perintah dan kehendak Tuhan!  Sekalipun hari-hari yang sedang kita jalani terasa berat, kita diajar untuk tetap berpikiran positif dan membuang semua yang negatif:  kuatir, takut, ragu, bimbang, cemas dan sebagainya  (ayat nas).  Inilah kunci untuk memiliki pikiran yang positif:  "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."  (Filipi 4:8).  Pernyataan  'Jadi akhirnya...'  menunjukkan bahwa inilah yang menjadi inti dari nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Filipi ini, supaya pikiran kita dipenuhi dengan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan.  Kita harus senantiasa bersektu dengan Tuhan dan merenungkan firman-Nya setiap hari.

     Ada tertulis:  "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya."  (Yesaya 32:17).  Kalau kita hidup dalam kebenaran Kristus kita akan memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal, yang akan memelihara hati dan pikiran kita  (Filipi 4:7).

Hati dan pikiran yang terpelihara di dalam Kristuslah yang memampukan kita untuk terus berpikiran positif di segala keadaan.

Tuesday, September 22, 2020

TERTULIS DI KITAB KEHIDUPANNYA TUHAN

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 September 2020

Baca:  Wahyu 20:11-15

"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan."  Wahyu 20:12a

Selagi kita masih hidup di dunia ini mari kita pergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin yaitu hidup dalam kebenaran dan mengerjakan panggilan Tuhan dengan roh yang menyala-nyala.  Keselamatan yang sudah kita terima dari Tuhan harus kita kerjakan dengan takut dan gentar  (Filipi 2:12), serta berjuang sedemikian rupa mengejar perkenanan Tuhan sampai garis akhir hidup kita.  Tak ada kata sia-sia kita hidup dalam kebenaran!  Karena segala sesuatu yang kita perbuat untuk Tuhan dan juga untuk sesama manusia semuanya ada di bawah pengawasan Tuhan, mata Tuhan memperhatikan, dan kesemuanya tercatat secara rinci di dalam sebuah buku yang disebut kitab kehidupan.

     Segala jerih lelah kita di dalam mengikut Tuhan, kesungguhan kita dalam melayani pekerjaan-Nya, dan harga yang sudah kita bayar untuk mempertahankan hidup benar, selain dicatat di dalam kitab kehidupan juga akan mendapatkan upah dari Tuhan.  Ada tertulis:  "Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya."  (Wahyu 3:5).  Jadi yang tercatat di kitab kehidupan-nya Tuhan adalah orang-orang yang menang!

     Pemilik kitab kehidupan adalah Yesus sendiri, sebab kitab kehidupan juga disebut kitab kehidupan Anak Domba:  "...hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu."  (Wahyu 21:27);  Dialah yang menuntun siapa yang layak tercatat namanya di kitab tersebut.  Begitu pula setiap perbuatan jahat, ketidaktaatan terhadap firman Tuhan, juga tak luput dari pandangan Tuhan, dan pada saatnya akan mendapat balasan yang setimpal perbuatannya,  "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."  (Galatia 6:7b-8).

Bersungguh-sungguhlah di dalam Tuhan supaya nama kita tercatat di kitab kehidupan!