Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 September 2020
Baca: Amsal 6:1-19
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:" Amsal 6:6
Salomo, seorang yang memperoleh hikmat yang luar biasa dari Tuhan (1 Raja-Raja 4:29-33), mengajak kita untuk memperhatikan tingkah laku semut dan mengambil nilai-nilai positif dari binatang kecil ini: "ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen." (Amsal 6:8). Ini menunjukkan bahwa semut sangat memperhatikan dan mengenali musim dengan baik. Tuhan memberikan pernyataan secara keras terhadap orang-orang Farisi dan Saduki, "Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka...Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak." (Matius 16:1-3).
Setiap orang percaya harus memiliki kepekaan rohani, tanggap dalam memperhatikan tanda-tanda atau keadaan zaman, sebagaimana semut yang mempersiapkan diri sedemikian rupa sebelum musim berganti musim. Itulah sebabnya semut memberikan reaksi yang benar atas perubahan musim: ia bekerja dengan keras dan menggunakan waktu-waktu yang singkat dengan sangat bijaksana. Artinya semut mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik selagi ia memiliki kesempatan untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Apa yang terjadi di dunia ini semakin menunjukkan bahwa segala nubuatan yang tertulis di Alkitab satu demi satu mulai digenapi. Artinya musim-musim hidup yang sedang kita jalani ini benar-benar sedang berada di penghujung zaman. "...perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16).
Persiapkan diri Saudara dan kumpulkanlah harta di sorga (Matius 6:20), sebab "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4).
Bukan waktunya lagi untuk bersantai, mari kita bekerja giat mengumpulkan harta yang bersifat kekal, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.