Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 November 2013 -
Baca: Yehezkiel 12:1-28
"Tidak satupun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH." Yehezkiel 12:28
Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil adalah "...kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,... Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan
memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh
iman.'" (Roma 1:16-17). Injil adalah buah pikiran atau isi hati Tuhan sendiri. Di dalamnya terkandung hikmat Tuhan, janji Tuhan, rencana Tuhan, jalan Tuhan, tuntunan, bimbingan dan pedoman hidup bagi orang percaya. Dikatakan: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16). Seluruh jawaban dari permasalahan hidup yang dialami manusia ada di dalam firman Tuhan: mulai dari masalah yang sangat simple sampai kepada masalah yang paling complicated. Jadi tidak ada masalah yang tidak terselesaikan ketika kita menjadikan firman Tuhan sebagai pegangan hidup kita. Firman Tuhan adalah solusi terbaik.
Daud mengalami pengalaman luar biasa bersama Tuhan. Di setiap pergumulan yang dihadapi ia senantiasa berpegang teguh pada firman Tuhan. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105). Akhirnya terbukti bahwa "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2). Serahkan semua permasalahan kepada Tuhan sebab Dia sama sekali tidak merasa terganggu. Abraham pun mengalami penggenapan janji Tuhan secara luar biasa, sekalipun janji itu tidak masuk akal. Tuhan berjanji bahwa keturunannya akan seperti bintang dan debu tanah banyaknya, padahal usia Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun ketika itu. Tetapi tiada yang mustahil bagi Tuhan, semua yang dijanjikanNya ditepati.
Nantikanlah janji Tuhan dengan setia, jangan terpengaruh situasi dan keadaan, karena apa yang difirmankan Tuhan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia.
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." Ayub 42:2
Sunday, November 24, 2013
Saturday, November 23, 2013
BERTAHAN DI TENGAH KESUKARAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 November 2013 -
Baca: Daniel 6:1-29
"Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa." Daniel 6:17
Dalam doa juga terkandung kuasa menghasilkan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Hana adalah wanita mandul yang secara manusia mustahil dapat memiliki anak. Tapi karena ia terus bertekun di dalam doa perkara yang ajaib pun terjadi. Tuhan mendengarkan seruan doanya sehingga "...mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki." (1 Samuel 1:20a). Kata Hana, "Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya." (1 Samuel 1:27). Jadi doa yang dilakukan dengan iman dan penuh keyakinan sangat besar kuasanya. saat menghadapi kesukaran kita harus makin meningkatkan jam-jam doa kita. Daniel pun melakukan hal ini: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11).
Meski harus dimasukkan ke dalam gua singa Daniel terluputkan dari maut karena tangan Tuhan sanggup mengatupkan mulut singa-singa itu. Kita tidak akan mampu bertahan di tengah kesukaran bila kita mengandalkan kekuatan kita yang sangat terbatas ini. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh pemazmur, "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." (Mazmur 121:2). 2. Kita harus memegang teguh janji Tuhan. Janji manusia seringkali berujung kepada ingkar dan mengecewakan, namun bila Tuhan yang berjanji cepat atau lambat pasti akan digenapi, sebab "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19). Itulah sebabnya Daud berkata, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." (Mazmur 119:11). Karena keteguhannya dalam meegang janji Tuhan ini Daud memiliki keberanian Ilahi saat berhadapan dengan Goliat, karena ia sangat percaya akan kebesaran dan kuasa Tuhan.
Di tengah kesukaran dan goncangan yang terjadi mari makin melekat kepada Tuhan melalui doa dan iman percaya kita kepadaNya, Sebab "...inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." 1 Yohanes 5:4b
Baca: Daniel 6:1-29
"Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa." Daniel 6:17
Dalam doa juga terkandung kuasa menghasilkan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Hana adalah wanita mandul yang secara manusia mustahil dapat memiliki anak. Tapi karena ia terus bertekun di dalam doa perkara yang ajaib pun terjadi. Tuhan mendengarkan seruan doanya sehingga "...mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki." (1 Samuel 1:20a). Kata Hana, "Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya." (1 Samuel 1:27). Jadi doa yang dilakukan dengan iman dan penuh keyakinan sangat besar kuasanya. saat menghadapi kesukaran kita harus makin meningkatkan jam-jam doa kita. Daniel pun melakukan hal ini: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11).
Meski harus dimasukkan ke dalam gua singa Daniel terluputkan dari maut karena tangan Tuhan sanggup mengatupkan mulut singa-singa itu. Kita tidak akan mampu bertahan di tengah kesukaran bila kita mengandalkan kekuatan kita yang sangat terbatas ini. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh pemazmur, "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." (Mazmur 121:2). 2. Kita harus memegang teguh janji Tuhan. Janji manusia seringkali berujung kepada ingkar dan mengecewakan, namun bila Tuhan yang berjanji cepat atau lambat pasti akan digenapi, sebab "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19). Itulah sebabnya Daud berkata, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." (Mazmur 119:11). Karena keteguhannya dalam meegang janji Tuhan ini Daud memiliki keberanian Ilahi saat berhadapan dengan Goliat, karena ia sangat percaya akan kebesaran dan kuasa Tuhan.
Di tengah kesukaran dan goncangan yang terjadi mari makin melekat kepada Tuhan melalui doa dan iman percaya kita kepadaNya, Sebab "...inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." 1 Yohanes 5:4b
Subscribe to:
Comments (Atom)