Saturday, January 29, 2011

JEHOVAH JIREH: Tuhan yang Menyediakan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Januari 2011 -

Baca:  Kejadian 22:1-19 

"Dan Abraham menamai tempat itu:  'Tuhan menyediakan';  sebab itu sampai sekarang dikatakan orang:  'Di atas gunung Tuhan, akan disediakan'."  Kejadian 22:14

Ada banyak nama Allah di dalam Alkitab, di mana nama itu bukan sekedar nama yang diberikan oleh orang, tapi merupakan penggambaran Allah tentang diriNya sendiri.  Nama-nama tersebut menyatakan aspek-aspek sifatNya.  Di antaranya adalah:  Elohim, dipakai untuk menggambarkan Dia sebagai Allah seluruh bumi (baca  Yesaya 54:5);  El-Shaddai, menggambarkan Allah sebagai yang Mahakuasa;  Jehovah Nissi, Tuhan adalah panji-panjiku;  Jehovah Shalom, Tuhan itu damai sejahtera dan sebagainya.

     Ada nama Allah yang mungkin sering disebut oleh banyak orang percaya yaitu Jehovah Jireh yang artinya Tuhan menyediakan.  Nama tersebut untuk pertama kalinya disebut oleh Abraham di atas gunung Moria saat dia hendak mengorbankan anak yang dikasihinya, Ishak, kepada Tuhan.  Begitu tahu bahwa Abraham taat melakukan apa yang diperintahkanNya, berfirmanlah Dia melalui malaikat,  "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."  (Kejadian 22:12).  Kemudian Tuhan menyediakan seekor domba sebagai pengganti untuk dikorbankan.  Dari sinilah muncul nama Jehovah Jireh yang berarti Tuhan menyediakan.  Sesungguhnya, bila kita mencermati kisah dalam Kejadian pasal 22 ini, kata  'Tuhan menyediakan' lahir sesudah Abraham melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya;  ada tindakan iman yaitu rela menyerahkan harta miliknya yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu Ishak.

     Seperti bapa sayang kepada anaknya, Tuhan pun juga sangat mengasihi kita sebagai anak-anakNya.  Dia pun akan menyediakan apa yang kita butuhkan.  Tuhan berkata,  "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai."  (Matius 6:25a).  Seringkali kita menuntut Tuhan untuk menyediakan apa pun yang kita perlukan tapi kita tidak mau menyerahkan apa yang berharga dalam hidup kita, entah itu berupa waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta kita untuk Dia. 

Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mau melakukan semua yang diperintahkanNya, apa pun yang kita perlukan pasti disediakan, karena Dia adalah Jehovah Jireh.

Friday, January 28, 2011

JANGAN ADA BERHALA DI HIDUPMU!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Januari 2011 -

Baca:  Kisah Para Rasul 17:16-34 

"Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala."  Kisah 17:16

Dalam tour pelayanannya sampailah rasul Paulus di Atena dan betapa sedih hatinya ketika melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.  Itulah sebabnya Paulus menegur orang-orang di kota itu,  "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.  Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku tidak dikenal.  Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu."  (Ayat 22-23).  Teguran Paulus itu pun membuat banyak orang menjadi marah dan juga mengejeknya.

     Menyembah berhala adalah salah satu siasat Iblis supaya manusia terpisah dari Tuhan, mencari jalan ke luar dan kesenangan hidup dengan kecenderungan mengambil jalan pintas.  Kita pasti tahu isi 10 hukum Tuhan, bahkan mungkin sudah sangat hafal.  Salah satunya adalah  "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.  Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,"  (Ulangan 5:7, 9a).  Artinya kita tidak boleh menyembah apa pun selain Tuhan.  Bukankah sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang tidak sepenuhnya menyembah Tuhan?  Ada berhala kuno dan modern.  Yang termasuk jenis berhala kuno:  jimat, takhayul, patung, gambar-gambar atau benda-benda lainnya yang dikeramatkan.  Mungkin kita berkata,  "Aku tidak punya jimat dan tidak menyembah patung kok."  Namun perhatikan, ada pula berhala modern:  hobi, uang, karir dan lain-lain.  Ketika kita lebih mengutamakan perkara di dunia ini lebih daripada Tuhan, ini juga disebut berhala.  Jadi berhala bukan hanya berwujud benda atau patung saja.  Dalam Kejadian 35:2 dikatakan,  "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu..."  Artinya Tuhan tidak senang jika kita memberhalakan suatu apa pun itu.

     Seringkali kita tidak sadar kalau kita memiliki berhala dalam hidup kita.  Tuhan sangat pencemburu!  Jika saat ini kita masih memiliki benda-benda atau hal-hal seperti itu, segeralah musnahkan itu semua dari kehidupan Saudara, karena hal itu merupakan kebencian Tuhan.

Utamakan Tuhan lebih dari segalanya, karena hanya Dia yang berkuasa, suci, kudus dan layak untuk disembah dan diagungkan, tidak ada yang lain.