Thursday, September 5, 2019

KEPUTUSAN HARUS TEGAS!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 September 2019

Baca:  Ulangan 30:11-20

"Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan."  Ulangan 30:14

Setiap memasuki hari baru, setiap kita diperhadapkan dengan pilihan dan keputusan yang teramat penting dalam hidup ini.  Apakah kita memilih untuk menjalani hidup ini dengan mengandalkan kekuatan sendiri atau mengandalkan Tuhan;  Apakah kita memilih untuk melibatkan Tuhan di setiap rencana hari ini ataukah segala sesuatu kita putuskan sendiri;  Apakah kita memilih untuk taat menurut pimpinan Roh Kudus atau hidup menuruti keinginan daging kita;  Apakah kita memilih untuk menjaga lidah kita sebaik mungkin atau kita membiarkan lidah kita memperkatakan perkataan yang sia-sia, yang sembrono, dan yang dapat melukai dan menyakiti orang lain;  Apakah kita memilih untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita atau membiarkan hati kita diliputi oleh rasa dendam, amarah dan sakit hati?  "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia."  (Amsal 23:7a).

     Dihadapan seluruh umat Israel, Musa memberikan sebuah pilihan hidup dan mereka harus membuat keputusan yang tegas mana yang mereka pilih:  1.  Taat.  Kalau mereka mau taat dan  "...mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya,"  (Ulangan 30:16), maka kehidupan, kemenangan, keberhasilan, keberuntungan dan berkat, akan mengikuti hidup mereka.  2.  Tidak taat.  Kalau mereka tetap saja mengeraskan hati, memberontak, dan tak mau taat melakukan kehendak Tuhan,  "...jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,"  (Ulangan 30:17), maka pintu-pintu berkat akan semakin tertutup dan kutuk akan mengikuti hidup mereka.

     Di hadapan Tuhan tidak ada istilah kompromi!  Kita harus membuat keputusan yang tegas:  taat atau tidak taat.  Firman-Nya dengan keras memperingatkan:  "Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"  (Wahyu 22:11).

Taat kepada kehendak Tuhan membuka pintu-pintu berkat bagi hidup kita!

Wednesday, September 4, 2019

PENGIKUT KRISTUS: Harus Suka Berdoa

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 September 2019

Baca:  1 Petrus 2:18-25

"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." 1 Petrus 2:21

Secara sederhana, pengertian  'Kristen'  adalah orang percaya kepada Kristus atau pengikut Kristus.  Apa yang menjadi tanda atau bukti bahwa seseorang adalah Kristen atau pengikut Kristus?  Bukan karena ia memiliki KTP yang bertuliskan Kristen, kemana-mana selalu memakai aksesoris rohani  (kalung salib), atau tampak sering keluar masuk gedung gereja.  Tanda nyata yang menunjukkan bahwa seseorang adalah pengikut Kristus seharusnya tercermin dari kehidupan sehari-hari yang meneladani bagaimana Kristus telah hidup:  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).

     Adalah mutlak orang Kristen atau pengikut Kristus meneladani dan mengikuti jejak Kristus.  Salah satu teladan hidup yang Kristus tunjukkan adalah hal persekutuan-Nya yang karib dengan Bapa.  Semasa pelayanan-Nya di bumi Kristus tak pernah melewatkan hari-hari-Nya tanpa berdoa, berkomunikasi dengan Bapa di sorga.  Salah satu ayat menyatakan:  "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."  (Markus 1:35).  Kristus rela keluar dari zona nyaman, menyalibkan kedagingan-Nya untuk berdoa di kala banyak orang sedang tidur mendengkur.  Hal ini menunjukkan bahwa Kristus mengutamakan hubungan dengan Bapa;  Kristus melibatkan Bapa di setiap tindakan-Nya.  Bagaimana dengan Saudara?

     Tuhan memberikan  'berkat'  waktu yang sama untuk semua orang yaitu 24 jam sehari.  Berapa waktu yang biasa Saudara pergunakan untuk berdoa?  Tuhan bertanya,  "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"  (Matius 26:40b).  Doa seharusnya menjadi nafas hidup orang percaya!  Doa adalah wujud ketergantungan kita kepada Tuhan, bukan sekedar aktivitas rohani atau pengisi waktu senggang.  Ingatlah selalu bahwa kita bisa bernafas dengan tubuh yang sehat dan dapat menjalani hari-hari adalah karena Tuhan;  di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa.  Jika Kristus saja mendisiplinkan diri untuk berdoa, siapakah kita ini sehingga meremehkan jam-jam doa?

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!"  Yesaya 55:6