Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Juli 2011 -
Baca: Efesus 1:15-23
"Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang kudus," Efesus 1:18
Seringkali banyak dari kita yang salah mengerti dengan istilah panggilan Tuhan. Ketika mendengar kata tersebut kita selalu menghubung-hubungkan dengan pelayanan di gereja, menjadi hamba Tuhan atau pendeta, masuk ke sekolah Alkitab atau seminari, menjadi worship leader, singer, team kunjungan rumah sakit dan sebagainya, padahal bukan hanya sebatas itu. Kita dapat memenuhi panggilan Tuhan dengan tetap berada pada bidang pekerjaan atau profesi kita masing-masing selama bidang tersebut tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Alkitab menyatakan, "Alkitab memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu." (1 Tesalonika 4:7-8).
Apa maksud panggilan Tuhan bagi kita? Dan apa yang harus kita kerjakan untuk memenuhi panggilanNya itu? Tertulis, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23). Bila kita menyadari bahwa setiap orang percaya harus menyangkal diri dan memikul salib, maka kita pun harus rela membayar harga. Jika saat ini kita diijinkan menglami ujian atau penderitaan, kita pun harus bisa tetap mengucap syukur karena itu adalah bagian dari proses pendewasaan iman. Kita harus dapat memandang hal itu sebagai salib yang harus kita pikul dan itu merupakan bagian dari panggilanNya, sebab penderitaan itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima kelak (baca Roma 8:18). Dalam hal penyangkalan diri, sudahkah kita menaklukkan kehendak diri sendiri kepada kehendak Tuhan? Sudahkah kita menyalibkan segala keinginan daging dan hidup menurut Roh? Tuhan juga memanggil kita untuk bertanding dalam iman dan berjuang merebut hidup kekal (baca 1 Timotius 6:12).
Kita tahu bahwa kehidupan kekal hanya dapat kita peroleh melalui iman kepada Kristus. Oleh karena itu kita harus berjuang untuk mempertahankan iman dan mengerjakan keselamatan itu dengan hati yang takut dan gentar, sampai Tuhan datang kali yang kedua.
Jangan sampai gagal di tengah jalan karena kita tidak taat mengerjakan panggilan dan tidak memelihara iman.
Monday, July 25, 2011
Sunday, July 24, 2011
BERTANDING DAN MEMELIHARA IMAN!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2011 -
Baca: 1 Timotius 6:11-21
"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal." 1 Tomotius 6:12a
Ibadah adalah perkara yang sangat penting bagi orang percaya. Karena itu dalam menjalankan ibadah harus sepenuh hati; jangan sampai kita beribadah kepada Tuhan dengan setengah hati, asal-asalan atau hanya sebagai rutinitas belaka. Alkitab menyatakan, "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:7b-8) dan "...ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (1 Timotius 6:6). Mari perhatikan dengan sungguh ibadah Saudara. Jangan sembarangan, apalagi menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah yang ada (baca Ibrani 10:25). Mari gunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan. Dan apa saja yang dipercayakan Tuhan lakukan itu dengan penuh kesetiaan. Kehidupan kita harus menghasilkan buah-buah Roh secara nyata (baca Galatia 5:22-23).
Hidup kekristenan ibarat berada di arena pertandingan, namun "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!" (1 Korintus 9:24). 3. Bertanding dalam iman. Kita tidak akan tahu seberapa kuat iman kita sebelum kita masuk dalam pertandingan yang sesungguhnya. Jadi "Saudara-saudaraku yang kekasih,... aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus." (Yudas 3). Di tengah ujian dan penderitaan yang ada, tetaplah kuat! Jangan sampai kita undur di tengah jalan. Sebaliknya tetaplah "...taat; ...kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,..." (baca Filipi 2:12).
Mari kita belajar dari Paulus. Meski dihadapkan pada aniaya, penderitaan, ancaman dan segala bentuk kesukaran dia tetap maju, karena dia tahu bahwa Tuhan telah menyediakan upahnya yaitu mahkota kehidupan bagi setiap orang yang setia sampai akhir. Jadi, tetaplah fight!
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7).
Baca: 1 Timotius 6:11-21
"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal." 1 Tomotius 6:12a
Ibadah adalah perkara yang sangat penting bagi orang percaya. Karena itu dalam menjalankan ibadah harus sepenuh hati; jangan sampai kita beribadah kepada Tuhan dengan setengah hati, asal-asalan atau hanya sebagai rutinitas belaka. Alkitab menyatakan, "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:7b-8) dan "...ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (1 Timotius 6:6). Mari perhatikan dengan sungguh ibadah Saudara. Jangan sembarangan, apalagi menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah yang ada (baca Ibrani 10:25). Mari gunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan. Dan apa saja yang dipercayakan Tuhan lakukan itu dengan penuh kesetiaan. Kehidupan kita harus menghasilkan buah-buah Roh secara nyata (baca Galatia 5:22-23).
Hidup kekristenan ibarat berada di arena pertandingan, namun "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!" (1 Korintus 9:24). 3. Bertanding dalam iman. Kita tidak akan tahu seberapa kuat iman kita sebelum kita masuk dalam pertandingan yang sesungguhnya. Jadi "Saudara-saudaraku yang kekasih,... aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus." (Yudas 3). Di tengah ujian dan penderitaan yang ada, tetaplah kuat! Jangan sampai kita undur di tengah jalan. Sebaliknya tetaplah "...taat; ...kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,..." (baca Filipi 2:12).
Mari kita belajar dari Paulus. Meski dihadapkan pada aniaya, penderitaan, ancaman dan segala bentuk kesukaran dia tetap maju, karena dia tahu bahwa Tuhan telah menyediakan upahnya yaitu mahkota kehidupan bagi setiap orang yang setia sampai akhir. Jadi, tetaplah fight!
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7).
Subscribe to:
Comments (Atom)