Friday, July 15, 2011

ELIA: Merasa Sendirian

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Juli 2011 -

Baca:  1 Raja-Raja 19:1-8

"Cukuplah itu!  Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."  1 Raja-Raja 19:4b

Saudara tahu kisah tentang nabi Elia?  Nabi Elia adalah salah satu nabi yang dipakai Tuhan secara luar biasa.  Ia pernah berdoa  "...supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.  Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya."  (Yakobus 5:17-18).  Juga saat berada di gunung Karmel Elia mampu menumpas 450 nabi-nabi Baal.  Luar biasa!

     Tetapi saat kita mempelajari kisahnya lebih mendalam, apalagi membaca ayat nas di atas, pasti timbul pertanyaan dalam benak kita,  "Mengapa seorang nabi besar sekaliber Elia kok tiba-tiba menjadi seorang yang rapuh, ingin segera mengakhiri hidupnya dan seolah-olah tidak memiliki harapan dalam hidupnya?"  Bagaimana pun juga Elia adalah manusia biasa.  Meskipun ada pelayannya (Elisa) yang selalu menemani di mana pun ia berada, dan juga ada ribuan orang yang percaya kepada Allah Israel, Elia tetap merasa sendiri (lonely).  Bukankah terkadang kita juga merasakan hal yang sama?  Kita merasa sendirian meski berada di tengah-tengah keluarga, teman atau kerabat.  Kita berpikir tak seorang pun mempedulikan kita.

     Jika saat ini Saudara merasakan hal demikian, segeralah sadar!  Lupakah kita akan janji Tuhan?  Dia berkata,  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meniggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b), bahkan  "...Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."  (Matius 28:20b).  Oleh karena itu kita harus percaya bahwa janji Tuhan itu ya dan amin, tidak ada janjiNya yang tidak Dia genapi sebagaimana tertulis,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran."  (Yohanes 14:16-17a).

     Tetaplah melekat kepada Tuhan dan jangan pernah merasa sendiri, ada Roh Kudus yang senantiasa menyertai kita.  Hal ini membuktikan bahwa Tuhan sangat peduli dan memperhatikan hidup kita, bahkan  "...rambut kepalamu pun terhitung semuanya."  (Lukas 12:7a).  Jaminan penyertaan Tuhan tidak hanya sampai di situ, Dia juga telah menyediakan tempat bagi kita kelak yaitu di dalam Kerajaan Sorga.  Saudara tidak sendirian!

Semua ini membuktikan bahwa Tuhan sangat mengasihi dan memperhatikan kita;  kasihNya tak lekang oleh waktu, hari ini, esok dan sampai selama-lamanya!

Thursday, July 14, 2011

TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Juli 2011 -

Baca:  Yosua 20

"Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa,"  Yosua 20:2

Ingatkah Saudara tentang kasus bom yang terjadi di Bali, Jakarta, Medan dan di kota-kota lain?  Berapa ratus orang yang telah menjadi korban dari perbuatan-perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan biadab ini?  Ternyata ancaman bom belum juga berakhir, sampai saat ini pun negara kita masih dihebohkan oleh adanya teror bom yang terjadi di mana-mana.  Bahkan paket bom dikemas begitu rupa (paket buku, ransel dan sebagainya) sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari orang lain.  Pastilah teror bom ini menimbulkan dampak yang luar biasa:  orang menjadi kuatir, takut dan was-was.  Lalu, ke manakah kita dapat berlindung dari marabahaya?  Tidak ada tempat di belahan bumi mana pun yang dapat memberikan perlindungan yang aman bagi manusia.

     Dalam Perjanjian Lama umat Israel mempunyai tempat yang disebut kota perlindungan, yang dikhususkan sebagai tempat perlindungan seseorang dari penuntut tebusan darah.  Jika ada seseorang yang berbuat kesalahan dan meminta pertolongan atau perlindungan, mereka lari ke kota itu dan beroleh rasa aman.  Pada waktu masuk ke kota itu mereka harus memberitahukan perkaranya kepada tua-tua kota, dan penuntut tebusan darah tidak boleh masuk ke kota itu.  Saat ini banyak orang di dunia mencari tempat perlindungan yang aman, tetapi mereka tidak akan pernah menemukannya.  Tetapi sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan Yesus, yang adalah tempat perlindungan kita.  Daud berkata,  "Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan."  (Mazmur 9:10).

     Kota perlindungan yang dimaksud dalam Yosua 20 adalah bayangan dari keselamatan yang akan datang.  Kota pertama yang disebutkan adalah Kadesh, yang artinya adalah kebenaran.  Melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib semua itu tergenapi.  "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."  (2 Korintus 5:21).  Untuk beroleh perlindungan dari Tuhan kita harus hidup dalam kebenaran, jangan lagi berkompromi dengan dosa.

"Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat."  Amsal 18:10